Dongeng si Kancil dan Babi Yang Sombong

Cerita Dongeng si Kancil ini merupakan salah satu dongeng yang kami sajikan dengan cerita menarik dan pesan moral yang bisa menjadi nasehat untuk anak-anak. Dongeng si kancil yang cerdik dan seekor babi yang sombong menceritakan tentang kesombongan babi yang kalah dengan kecerdikan si kancil. Mari kita simak kisah dongeng si kancil dan babi hanya di Kumpulan Dongeng Anak.

Dongeng Fabel Kancil dan Babi

dongeng si kancil anak nakal dan babi sombong,Dongeng si Kancil Yang Cerdik dan Seekor Babi Yang Sombong,Kancil Dan Babi Yang Sombong,dongeng si kancil dan babi,Dongeng si Kancil dan Babi Yang Sombong

Kancil dan Babi
gambar via clker.com

Di hutan dimana para hewan hidup, ada seekor babi yang besar dan gemuk badannya. Taringnya panjang dan sangat tajam, hewan-hewan di hutan pun takut kepadanya. Dia menganggap dirinya sebagai raja hutan yang tak terkalahkan.

Setiap hewan yang bertemu dengan babi ini pasti akan menghindar memilih jalan lain, bahkan gajah dan harimau pun tidak berani melawan babi besar itu. Pernah suatu ketika babi melawan singa, namun singa pun dibuat tak berdaya. Si raja hutan yang baru ialah si babi yang tak terkalahkan.

Baca juga : Kumpulan Cerita Dongeng si Kancil

Dibalik tubuh besarnya, ia memiliki sifat yang sombong dan memaksakan kehendak. Setiap hewan yang tidak menuruti kemauannya, pasti akan diberi pelajaran sehingga hewan-hewan lainnya pun mau tidak mau harus menuruti perintah si babi.

Disaat semua berkumpul karena perintah raja babi, tak ada satu hewan pun yang tidak datang, semua datang karena mereka takut kepada si raja babi. Di depan hewan-hewan lainnya, babi mulai menunjukkan kesombongannya dengan menyeruduk pohon kelapa hingga roboh. Melihat kekuatan babi yang begitu dahsyat, hewan-hewan pun takut dan tak mampu menjadi tandingannya.

Sementara itu kancil lewat di kerumunan hewan-hewan, ia melihat kelakuan raja babi yang merobohkan pohon-pohon. Tiba-tiba babi tahu kalau kancil baru datang, dia memanggil kancil dan berkata :

“Hai kancil, mengapa kamu datang terlambat?”.

“Aku habis mencari makan di ladang pak tani! jawan kancil”.

“Mengapa kamu tak membawakan aku makanan!” tanya babi.

“Untuk apa aku membawakan kamu makanan, memangnya kamu siapa?” jawab kancil.

Ucapan si kancil membuat raja babi tersinggung. Didepan hewan-hewan lainnya, kacil telah mempermalukan raja babi dengan kata-katanya yang sangat menyakitkan. Raja babi merasa terhina dan marah karena jawaban si kancil tadi.

“Ulangi lagi ucapanmu itu kancil bodoh!” bentak raja babi.

“Semua hewan disini takut dan hormat kepadaku, kamu tahu siapa aku?. Aku adalah si raja babi yang tak terkalahkan, berani sekali kamu berkata seperti itu kepadaku!” imbuh raja babi.

“Kamu cuma babi sombong yang tak tahu malu, mungkin hewan-hewan disini takut kepadamu. Tapi aku tidak!” jawab si kancil.

“Dasar hewan lemah dan bodoh, aku harus memberimu pelajaran agar kamu tahu siapa yang paling kuat di hutan ini!” ucap raja babi.

Mendengar ucapan si raja babi, kancil terdiam sejenak sambil berpikir cara untuk mengalahkan si raja babi.

“Baiklah, besak kita bertanding disini untuk membuktikan siapa yang paling kuat” jawab si kancil.

“Kamu yakin kancil yang bodoh. Hahahahhaa” ucap raja babi sambil tertawa.

“Bila besok aku kalah kamu boleh memakanku. Tapi bila besok aku yang menang, kamu harus pergi jauh dari hutan ini” kata si kancil.

“Baiklah, aku terima tantanganmu, besok pagi kita berkumpul disini” jawab raja babi.

Semua hewan pun pulang kerumah mereka masing-masing, dan mereka akan kembali esok hari untuk menyaksikan pertandingan antara kancil dan raja babi.

Sementara itu, kancil berjalan pulang kerumah sambil berpikir cara untuk mengalahakan si raja babi yang sombong itu. Ketika sampai dirumah, tampaknya kancil mendapatkan ide. Ia membuat topeng dirinya yang terbuat dari kayu yang sangat keras. Kancil bekerja keras agar toprng dirinya itu jadi secepatnya untuk melawan raja babi besok. Topeng yang kancil buat mirip sekali dengan wajahnya. Ia mencoba topeng itu dan memastikan tidak ada yang salah dengan topeng wajahnya itu.

Mentari pagi mulai bersinar, hewan-hewan mulai berkumpul di tempat pertandingan. Mereka sangat antusias menyaksikan pertandingan si kancil dan raja babi, karena momen ini sungguh langka. Sementara si kancil sudah tiba di tempat pertandingan, begitu juga dengan raja babi.

“Ayo kancil, kamu pasti bisa mengalahkan raja babi itu” bisik kerbau.

Genderang telah berbunyi, menandakan pertandingan sudah di mulai. Kancil yang sudah mempersiapkan semuanya tampak tenang, sementara si raja babi yang marah langsung menyeruduk si kancil dengan moncongnya. Si kancil tidak bergerak sama sekali, ia diam di tempat menunggu serangan si raja babi.

Serudukan raja babi pun mengenai kancil, ia terpental ke belakang beberapa langkah dan terjatuh, kemudian kancil bangkit kembali dan menantang si raja babi.

“Cuma begitu saja kekuatanmu?” ucap si kancil.

Tanpa berpikir panjang, raja babi menyeruduk kancil untuk ke dua kali. Tampaknya raja babi merasa kesakitan pada moncongnya, ia tan menyangka kalau kepala kancil sangat keras. Kancil yang terkena serudukan raja babi untuk ke dua kali terpental ke belakang lalu berdiri lagi. Lama-lama moncong raja babi berdarah, sementara si kancil walau terjatuh tapi ia tidak luka sedikit pun.

Baca juga : Dongeng Katak dan Kura-Kura

Raja babi kehabisan tenaga dan kesakitan akibat moncong nya keluar darah banyak. Raja babi akhirnya menyerah dan si kancil dinobatkan sebagai pemenang. Raja babi pun pergi dengan luka dan perasaan malu.

“Kerendahan hati akan menuntun pada kekuatan bukan pada kelemahan. Mengakui kesalahan dan melakukan perubahan atas kesalahan adalah bentuk tertinggi dari penghormatan pada diri sendiri dan jangan pernah bangga terhadap apa yang kita miliki, karena bisa saja Tuhan sewaktu-waktu mengambil apa yang kita punya”.

Demikianlah dongeng si kancil anak nakal dan babi sombong, semoga bermanfaat.

Incoming search terms:

  • CERITA KANCIL YG SOMBONG
  • Cerita dongeng si kancil anak nakal dan babi sombong
  • Dongeng pendek kancil dan babi
Dongeng si Kancil dan Babi Yang Sombong | Tukang Dongeng | 4.5