Dongeng Putri Salju dan Tujuh Kurcaci

Thursday, May 26th, 2016 - Dongeng Anak

Dongeng Putri Salju dan Tujuh Kurcaci, mati kita simak dongeng selengkapnya.

Dongeng Putri Salju

Ada sebuah Istana yang besar,hiduplah seorang ratu yang cantik. Ratu sering sekali duduk termenung di jendela, ia berharap suatu saat mempunyai anak yang cantik seputih salju. Pada saat musim salju tiba, Ratu duduk di dekat jendela yang berpigura kerangka kayu hitam. Sambil menyulam, dia melamun memandangi salju, tanpa disengaja jarinya tertusuk jarum. Ada tiga tetes darah jatuh dari jari Ratu. Darah itu jatuh di atas salju, merah di atas putih, tampak sangat cantik. Ratu lalu berpikir, “Andai aku mempunyai seorang anak dengan kulit seputih salju, bibir semerah darah, dan rambut sehitam bingkai jendela ini”. Selang beberapa lama, Ratu akhirnya mempunyai anak seperti apa yang di harapkannya. Dialah Putri Salju (Snow White). Namun sayang, disaat putri salju lahir, Ratu meninggal dunia.

dongeng putri salju dan tujuh kurcaci,dongeng anak

Dongeng Putri Salju dan Tujuh Kurcaci
gambar via anakcemerlang.com

Selang beberapa tahun, Putri Salju telah tumbuh dewasa dan Ayahnya telah menikah lagi dengan seorang wanita Ratu baru di istana itu. Sang Ratu sangat tidak suka bila ada yang melebihi kecantikannya. Padahal Putri Salju sudah timbuh menjadi wanita yang sangat cantik sekali, bahkan paling cantik melebihi ibunya dan menjadi wanita paling cantik di negeri itu. Ibu tirinya ternyata tidak suka kepada Putri Salju dan mempunyai rencana busuk untuk menyingkirkan Putri Salju.

Baca juga cerita dongeng putri duyung

“Aku harus menyingkirkan anak itu, agar seluruh negeri ini memujiku aku yang paling cantik” rencana Ratu.

Ratu menyewa pemburu untuk membawa Putri Salju ke hutan belantara dan membunuhnya disana. Ternyata Ratu itu sangat kejam dan tak berperasaan. Ia menyuruh pemburu itu untuk mengambil hatinya sebagai bukti bahwa Putri Salju telah tewas.

“Bila sampai di hutan, segera musnahkan dia dan bawa hatinya padaku” perintah Ratu.

“Baiklah Ratu, kami berangkat sekarang” jawab pemburu itu.

Para pemburu itu berhasil membawa Putri Salju ke hutan, diam-diam dari belakang, pemburu itu ingin menusuk Putri Salju, Namun Putri Salju mengetahuinya dan menangis.

“Tolong jangan bunuh aku pemburu, lepaskan aku dan aku akan pergi ke hutan sendirian” pinta Putri Salju.

“Sebenarnya kami tidak tega membunuhmu Putri Salju. Sekarang pergilah” jawab Pemburu.

Tampaknya pemburu itu kasihan dengan Putri Salju, ia melepaskan Putri Salju dan berburu hewan lalu diambil hatinya untuk mengelabuhi Ratu bahwa ia telah membunuh Putri Salju. Sementara itu, Putri Salju berada di tengah hutan sendirian, ia merasa ketakutan dan tak berdaya. Sang Putri terus berjalan menyusuri hutan, hingga sampai matahari terbenam, ia melihat sebuah rumah kecil. Putri Salju masuk kerumah itu dan melihat semua perabot rumah itu serba kecil dan semuanya berjumlah tujuh. Karena sangat lapar, Putri pun makan di rumah kecil itu. Setelah makan, Putri Salju pun tidur di salah satu tempat tidur di rumah kecil itu.

“Aku sangat lelah sekali, untuk malam aku akan bermalam disini” ucap Putri Salju.

Saat malam datang, Tujuh Kurcaci kembali ke rumah. Mereka sangat lelah karena seharian bekerja, sampai dirumah mereka kaget, ada yang telah memasuki rumah mereka.

Kurcaci pertama berkata, “Siapa yang menduduki kursi kecilku?”

Kurcaci kedua berkata, “Siapa yang telah makan dengan piring kecilku?”

Kurcaci ketiga berkata, “Siapa yang makan roti kecilku?”

Kurcaci keempat berkata, “Siapa yang memakan sayurku?”

Kurcaci kelima berkata, “Siapa yang menggunakan sendok dan garpuku?”

Kurcaci keenam berkata, “Siapa yang telah menggunakan pisauku?”

Kurcaci ketujuh berkata, “Siapa yang minum dengan cangkirku?”

Mereka kaget dan penasaran, ketika lilin dinyalakan, ada seorang putri cantik yang sedang tidur pulas. Mereka mengelilingi Putri Salju dan begitu takjub melihat kecantikan Putri Salju.

“Dia sangat cantik sekali, tampaknya kelelahan, biarkan di tidur disini” ucap salah satu Kurcaci.

Esok harinya ketika Putri Salju terbangun dari tidurnya, Ketujuh Kurcaci itu kaget dan bertanya kepada Putri Salju bagaimana dia bisa menemukan rumah ini dan apa yang sedang terjadi dengannya. Putri Salju pun menceritakan semua kepada ketujuh Kurcaci. Mereka mendengarkan dengan seksama. Merasa kasihan mereka mengijinkan Putri Salju untuk tinggal dirumah mereka, namun dengan syarat harus membersihkan rumah, mencuci baju, memasak dan mengatur semua yang ada dirumah. Akhirnya Putri pun setuju dan mereka menjadi sahabat.

Sementara di Istana, Ratu nampak sudah mengetahui bahwa Putri Salju masih hidup dan tinggal dirumah tujuh Kurcaci, semua itu karena cermin ajaib yang mengatakannya.

“Pemburu bodoh itu telah membohongiku, aku akan bergerak sendiri kesana” ucap Ratu sangat marah.

Ratu menyamar menjadi wanita tua yang menjual buah, ketika sampau dirumah tujuh Kurcaci itu, Ratu mengetuk pintu sambil menawarkan dagangannya ke Putri Salju.

“Saya menjual buah, bolehlah saya masuk?” tanya Ratu.

“Saya tidak berani nek, maaf. Teman -teman kecil saya melarang untuk membuka kan pintu” jawab Putri Salju.

“Kalau begitu, saya ingin memberikanmu buah jeruk, ambillah” ucap Ratu.

“Maaf, saya tidak berani mengambil buah jeruk itu” jawab Putri Salju.

“Mengapa kamu tidak berani?, apa kamu takut aku ini orang jahat yang akan mencelakakanmu?” rayu Ratu.

Putri Salju mengambil jeruk itu dari jendela dan memakan buah jeruk itu. Tak lama kemudian, Putri Salju jatuh ke tanah dan meninggal. Ratu jahat itu tertawa dan bahagia melihat rencana jahatnya berhasil untuk menyingkirkan Putri Salju.

Malam telah tiba, ketujuh Kurcaci pulang kerumah dan melihat Putri Salju tergeletak di tanah. Mereka memeriksa Putri dan menemukan buah jeruk disamping Putri.

“Mungkin Ratu itu datang kesini dan meracuni Putri dengan buah jeruk ini?” ucap salah satu Kurcaci.

“Ratu itu memang jahat sekali” sahut lainnya.

Kurcaci tak bisa berbuat banyak, Putri Salju sudah meninggal sekarang, mereka membuatkan peti dari kaca untuk Putri Salju. Tubuh Putri pun di masukkan ke dalam peti itu. Sementara di Istana, Ratu senang rencananya berhasil, ia bertanya kepada cermin ajaib siapakah yang paling cantik, cermin itu menjawab hanya Ratu seorang yang paling cantik. Itu menandakan bahwa tak ada lagi yang menandingi kecantikannya dan Putri salju sudah benar-benar meninggal.

Malam itu, Tujuh Kurcaci membuat rencana menguburkan sang Putri esok hari. Tiba-tiba aku seorang Pangeran tampan datang ke rumah Tujuh Kurcaci.

“Bolehkah aku menginap semalam disini?” tanya Pangeran itu.

“Anda siapa?, kemana tujuan anda?” tanya salah satu Kurcaci.

“Aku adalah Pangeran dari Negeri seberang, aku habis melakukan perjalanan jauh” jawab Pangeran.

“Baiklah, Anda boleh menginap disini” ucap salah satu Kurcaci.

Setelah masuk rumah, Pangeran kaget melihat ada seorang wanita cantik di dalam peti kaca. Pangeran bertanya kepada Kurcaci, lalu mereka menceritakan semuanya kepada Pangeran. Setelah itu, Pangeran meminta agar Putri Salju dibawa ke Istananya. Ketujuh Kurcaci pun menyetujuinya. Akhirnya Putri Salju dibawa ke Istana Pangeran itu.

Sesampainya disana, Pangeran memanggil tabib sakti dan meminta untuk memeriksa Putri Salju.

“Putri ini meninggal karena racun, tolong obati dia dengan ramuan penangkal segala racunmu” perintah Pangeran.

“Baiklah Pengeran” jawab Tabib Istana.

“Racun ini memang sangat ganas, Putri belum meninggal. Ia tidak bernafas karena pengaruh racun ini. Aku akan memberinya ramuan ku sekarang” imbuh Tabib Istana.

Tak berapa lama setelah ramuan itu dituangkan ke mulut Putri Salju, semua racun keluar dari mulut Putri, ia memutahkan jeruk yang terkena racun tadi. Akhirnya Putri Salju selamat dan masih hidup. Tak berapa lama, Sang Pangeran meminta Putri Salju untuk menikah dengannya. Putri Salju menerimanya dan pesta pernikahan akan dilangsungkan di Istana.

Sementara Ratu mendapat undangan dari Pengeran yang akan melangsungkan pernikahan. Ratu pun datang ditemani Raja yang juga Ayah Putri Salju. Betapa kagetnya Ratu melihat pengantin itu adalah Putri Salju, ia kemudian menyingkir dan bersembunyi. Raja senang melihat bahwa anaknya masih hidup. Putri Salju pun menceritakan semua yang di alaminya kepada sang Ayah. Raja pun murka dan mencari Ratu untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya itu. Dan Akhirnya Putri Salju dan Pangeran hidup bahagia.

Demikianlah Dongeng Putri Salju dan Tujuh Kurcaci. Semoga bermanfaat.

Incoming search terms:

  • dongeng Putri salju
  • cerita putri salju
  • cerita dongeng putri salju dan tujuh kurcaci
  • Kisah putri salju
  • cerita dongeng putri salju
  • dongeng cinderella dan kurcaci
  • dongen putri salju dan tujuh kurcaci
  • Dogeng putri salju
  • dimana tinggal putri salju setelah menikah
  • dimana putri salju
  • cerita yg berjudul putri salju
  • Cerita tentang putri salju
  • cerita singkat putri salju dan tujuh kurcaci
  • cerita sebenarnya putri salju
  • putri salju
  • Cerita putri salju dn tujuh kurcaci
  • cerita putri salju dan tujuh kurcaci
  • besok sang putri menikah sang ibu kaget melihat
  • cerita putri duyung menjadi manusia
  • Cerita putri duyung dan tujuh kurcaci
Dongeng Putri Salju dan Tujuh Kurcaci | Tukang Dongeng | 4.5