Dongeng Legenda Sultan Domas dan Tongkat Sakti

Sunday, May 29th, 2016 - Dongeng Legenda

Dongeng Legenda Sultan Domas dan Tongkat Sakti adalah cerita rakyat dari daerah Lampung. Mari kita simak kisah selengkapnya.

Dongeng Pendek Sebelum Tidur : Legenda Sultan Domas dan Tongkat Sakti

dongeng legenda, Sultan Domas dan Tongkat Sakti

Sultan Domas
gambar via suaraedukasi.kemdikbud.go.id

Dahulu kala di daerah Lampung terdapat sebuah desa yang bernama Sukadana. Kampung tersebut terletak di pinggir sungai yang mengalir ke laut. Pada waktu itu rumah penduduk masih jarang sekali. Mata pencarian kesetiap harinya penduduk itu berladang dan berkebun. Di kampung itu hiduplah seorang remaja ia bernama Domas. Kedua orang tua Domas sudah meninggal hanya bisa meninggalkan warisan sebidang tanah dan rumah gubug yang di tempatinya.

Baca juga cerita dongeng legenda naga baru klinting

Ia tidak memiliki saudara sehingga tidak ada yang memperhatikan kehidupannya. Kehidupan Domas pun bisa terbilang miskin. Sebenarnya Domas adalah anak yang rajin ia mampu menghidupi dirinya sendiri. Tiap hari kerjaanya hanya memancing ikan di sungai. Terkadang ia juga mencari kayu bakar untuk di jual biarpun kesulitan hidup ia tak pernah mengeluh sama sekali terhadap kehidupannya. Ia tetap tabah menjalani hidup. Ia ingin suatu saat bisa merubah hidupnya yang sangsat pas-pasan itu.

Domas merupakan anak yang baik hati. Di kampung ia terkenal sebagai pemuda alim, pendiam dan tidak pernah berbuat kejahatan. Biarpun Domas masih berbuat baik kepada temannya masih saja teman-temannya suka usil padanya. Tetapi Domas tidak pernah membalasnya dengan kejahatan pula. Ia justru malah membalas dengan kebaikan.

Baca juga dongeng anak islami si kaya baik hati

Pada suatu hari, ketika Domas pulang dari mencari kayu bakar di hutan, ia melihat rumahnya di bakar oleh orang tak di kenal. Perasaan Domas sangat sedih sekal melihat itu semua. Rumah yang di miliki satu-satunya yang ia tempati itu ludes terbakar. Ia merenungi nasibnya yang malang. Dalam hatinya bertanya punya salah apa sampai-sampai rumahnya di bakar habis. Untuk sementara sebagai tempat berteduh, Domas mengambil daun alang-alang untuk atapnya. Ahirnya dengan susah payahnya ia bisa mendirikan gubug kecil-kecilan sebagai tempat tinggalnya.

Sementara teman-temannya yang berbuat jahat pada Domas melihat keadaan Domas yang demikian merasa senang. Teman-temanya sudah tidak menginginkan Domas hidup di kampung itu.Karena bagi mereka Domas merupakan satu-satunya orang yang suka melarang kegemarannya. Bila mereka ingin minum-minuman keras, beradu ayam maka Domas menasehatinya. Hal itulah yang membuat mereka benci kepada Domas. Memang di kampung itu penduduknya gemar minum-minuman keras dan beradu ayam.

Hari sudah malam,ketika itu Domas sedang tidur dan bermimpi dalam tidurnya.Ia bermimpi bertemu dengan seorang kakek tua berjenggot putih. Kakek itu berkata kepada Domas.

“Anak muda pergilah ke arah selatan. Jika kamu bertemu sebuah sungai besar yang banyak di kelilingi pohon besar, menetaplah di sana. Bukalah ladang di sana untuk di tanami sayur dan buah-buahan sebagai bekal sehari-hari.”

Setelah bangun Domas tidak begitu memperdulikan mimpi itu. Ia menganggap mimpi hanyalah hiasan biasa. Pada malam berikutnya, Domas bermimpi sama seperti malam sebelumnya. Tetapi domas masih belum pingin pindah dari kampung halaman. Biarpun penduduknya yang sangat membecinya, Ia masih betah tinggal di kampungnya dan sangat berat untuk meninggalkannya.

Baca juga dongeng fabel pendek kelinci dan kura-kura

Pada malam ketiga mimpi itu muncul kembali persis seperti malam pertama dan kedua. Ahirnya keesokan harinya, Ia segera berkemas-kemas untukĀ  meninggalkan kampong halaman yang sangat di cintai dan di sayangi. Tetapi sebelum meninggalkan kampung tersebut Domas mengajak para penduduk untuk segera meninggalkan kampung tersebut. Karena akan ada bencana besar. Tetapi, ajakan Domas di tolak mentah-mentah, bahkan mereka senang bila Domas sudah tidak ada si kampung itu. Demikian pun masih ada penduduk yang tidak percaya akan mimpi si Domas. Hanya tiga orang saja yang mau mengikuti ajakan si Domas.

Domas beserta ketiga temannya akhirnya berangkat meninggalkan kampung halaman. Setelah seharian berjalan, Domas dan ketiga teman-temannya istirahat di sebuah kampung dan menginap di rumah penduduk. Ketika Domas dan ketiga temannya duduk santai di luar rumah, mereka melihat ada kilat menyambar-nyambar di atas kampung halamanya. Suara hujan dan angin terdengar gemuruh, biarpun kampung itu letaknya sangat jauh dengan kampung tempat Domas tinggal. Tetapi memang benar jika kampung yang di tinggalkan Domas sedang di landa bencana. Hujan dan angin puting beliung dalam sekejap menghancurkan kampung itu. Sehingga tidak ada warga yang selamat dari amukan bencana tersebut. Dalam sekejap mata kampung Sukadana sudah rata dengan tanah. Mungkin Tuhan telah menghukum penduduk tersebut yang sudah melampui batas.

Segera Domas dan ketiga temannya melanjutkan perjalanan setelah semalam beristirahat. Mereka melalui berbagai kampung ,masuk hutan keluar hutan, akhirnya sampailah mereka di sebuah hutan yang sangat lebat. Di hutan itu ada sebuah sungai besar yang berair jernih. Di tempat inilah yang di tuju Domas beserta ketiga temannya. Hal ini sesuai pesan kakek tua yang ada dalam mimpi. Domas dan ketiga temannya lalu memilih tempat yang sesuai untuk tempat tinggalnya. Mereka segera saja mencari kayu untuk membuat pondok di tepi sungai. Setelah membangun pondok, mereka menebang pohon untuk membuka ladang dan kebun. Domas dan ketiga temannya sangat senang dan merasa senang tinggal di situ, apalagi ikan-ikan di sungai cukup mudah di dapat.

Domas sangat rajin berladang dan berkebun begitu juga dengan teman-teman nya. Selain berladang dan berkebun, Domas sering bertapa di tepi sungai atau di dalam gua. Pada suatu malam ketika Domas sedang bertapa Ia mendapat wangsit. Ia di beri ilmu kesaktian dan tongkat kayu berbentuk ular. Ia sangat bersyukur kepada tuhan atas keberhasilannya. Karena perkembangan zaman lama kelamaan banyak orang yang menetap di hutan itu dan ahirnya menjadi sebuah kampung. Dan mereka menetapkan Domas sebagai pemimpin mereka. Dan masyarakat itu menambah namanya menjadi Sultan Domas.

Ilmu kesaktian Sultan Domas semakin hari semakin meningkat. Sultan Domas tidak memakai kesaktiannya dengan niat jahat tetapi di gunakan untuk kebaikan. Pernah suatu hari ada harimau sedang mengamuk di kampung. Tetapi berkat kesaktian Sultan Domas maka harimau tersebut dapat di tundukannya. Biarpun begitu tidak semua orang menerima pertolongan itu dengan ihlas. Banyak di antara mereka masih saja ada orang yang memiliki rasa iri hati dan nafsu serakah. Maka mereka mempunyai niat jahat kepada Sultan Domas untuk memiliki tongkat sakti milik Sultan Domas.

Pada suatu hari Sultan Domas pergi mencari ikan keadaan rumah tiada penghuninya maka kesempatan itu di manfaatkan si penjahat untuk masuk, dan mencuri tongkat sakti milik Sultan Domas. Setelah berhasil mendapatkan semuanya mereka membawa pergi dan membakar rumah Sultan Domas. Tetapi aneh setiap menyalakan korek api untuk membakar tidak bisa menyala. Akhirnya mereka membatalkan niatnya tersebut. Tiba-tiba tongkat tersebut berubah menjadi seekor ular besar, penjahat tersebut pun kaget dan tidak bisa lari kemana-mana hanya berdiam di tempat tidak bisa berteriak mulutnya serasa terkunci.

Baca juga dongeng legenda cerita rakyat cindelaras

Setelah itu Sultan Domas pulang dari mencari ikan. Ia terkejut melihat para penjahat tersebut. Tetapi setelah di tegur ular tersebut mereka bisa bicara kembali dan mengaku semua kesalahannya sambil meminta maaf kepada Sultan Domas. Dan hari ke haripun dengan di pimpinya Sultan Domas, kehidupan rakyatnya menjadi makmur. Tidak pernah menglami kesulitan makanan dengan hasil tanaman yang melimpah. Maka rakyatnya sangat terhormat dan patuh pada Sultan Domas. Ahirnya, perilaku dari kepemimpinan Sultan Domas itu di tirukan banyak masyarakat sekitar.

Demikianlah Dongeng Legenda Sultan Domas dan Tongkat Sakti. Semoga bermanfaat.

Incoming search terms:

  • sejarah sultan domas
  • sultan domas dan tongkat sakti
  • dongeng anak yang yang memancing ikan
  • gambar domas laut selatan
  • kakek sakti berjenggot
  • kumpulan dongeng sukadana kalimantan barat
  • legenda di daerah lampung dalam bahasa lampung
  • legenda kesakitan sultan domas dlm bahasa lampung
  • legenda tabah pingin
  • legenda telaga wangi dan tongkas ajaib
  • drama telaga wangi dan tongkat ajaib
  • dongeng tongkat sakti
  • dongeng singkat sultan domas
  • dongeng berkah di dalam mimpi
  • cerpen sultan domas dan tongkat sakti
  • cerita sultan domas dari Lampung
  • cerita singkat sultan domas
  • cerita rakyat tentang sultan domas dan tongkat sakti
  • www tongkat sakti lagenda com
  • cerita legenda telaga wangi dan tongkat ajaib
Dongeng Legenda Sultan Domas dan Tongkat Sakti | Tukang Dongeng | 4.5