Dongeng Cerita Rakyat Bawang Merah Bawang Putih

Saturday, September 17th, 2016 - Dongeng Legenda

Cerita Rakyat Bawang Merah Bawang Putih. Mari kita simak dongeng bawang merah bawang putih selengkapnya hanya di Kumpulan Dongeng Anak.

Legenda Bawang Merah Bawang Putih

cerita rakyat bawang merah bawang putih, cerita bawang merah bawang putih, dongeng bawang merah bawang putih, legenda bawang merah bawang putih, akhir cerita bawang merah bawang putih

Bawang Putih Bawang Merah
gambar via kidnesia.com

Pada jaman dulu, ada sebuah desa yang sangat subur. Hidup seorang gadis yang tinggal bersama ibu tiri dan kakak tirinya, gadis itu bernama bawang putih. Ia adalah seorang gadis cantik yang rajin, berbeda dengan kakak tirinya yang malas. Semua pekerjaan rumah yang mengerjakan adalah bawang putih. Ibu tirinya sangat kejam padanya, sedikit kesalahan yang bawang putih lakukan, pasti langsung di marahi. Namun bawang putih tetap sabar menjalani semua ini.

Baca juga : Cerita Rakyat Legenda Batu Golog

Sebenarnya bawang putih adalah anak seorang yang kaya raya, ibu kandungnya sangat menyayanginya. Tapi takdir berkata lain, setelah ibu kandungnya meninggal dunia, ayah nya menikah lagi dengan janda beranak satu yang tak lain tetangganya sendiri. Ketika sang ayah pergi untuk berdagang, perlakuan ibu tirinya selalu kasar. Namun ketika ayahnya dirumah, perlakuan ibu tirinya sangat baik, begitu pun juga dengan kakak tirinya.

Pada suatu hari, ayah bawang putih sakit keras dan meninggal dunia. Perlakuan ibu tirinya pun semakin buruk, bahkan lebih kasar dari sebelumnya. Bawang putih terlihat kurus dan pucat, ia menangis merindukan ibu dan ayah kandungnya yang kini telah tiada, ia merindukan kasih sayang mereka berdua seperti dulu lagi. Sangat malang nasib bawang putih.

Pagi hari yang cerah, namun tak secerah hati bawang putih, ibu tiri menyuruh mencuci pakaian di sungai, bawang putih tidak berani menolaknya walau sebenarnya ia kurang sehat hari ini. Bawang putih berangkat ke sungai, pada saat mencuci pakaian, tiba-tiba salah satu pakaian ibu tirinya terseret arus sungai yang deras, bawang putih berjalan menyusuri sungai untuk mencari pakaian yang hanyut itu.

“Aku harus menemukan pakaian ibu, jika tidak aku pasti akan mendapat hukuman” gumam bawang putih.

Ia berjalan cukup jauh di tepi sungai, tak tampak juga pakaian yang hanyut itu. Kemudian bawang putih bertemu dengan seorang kembala kambing, ia memberi salam dan bertanya.

“Selamat siang paman, apakah paman melihat pakaian yang terseret arus sungai ini?” tanya bawang putih.

“Iya, Nak. Pakaian itu terbawa arus sungai yang deras ke aras barat” jawab kembala kambing itu.

“Terima kasih, paman. Saya pamit dulu mau pergi mencarinya” ucap bawang putih.

Bawang putih kembali menyusuri sungai ke arah barat sesuai petunjuk kembala kambing tadi. Setelah berjalan menyusuri sungai, ia bertemu dengan seorang kakek tua yang sedang memandikan kerbaunya di sungai.

“Selamat sore, kakek. Apakah kakek melihat pakaian yang terseret arus sungai ini?” tanya bawang putih.

“Iya, nak. Kakek tadi melihat pakaian itu, berhubung arus sungai yang deras, kakek tidak bisa mengambilnya, cobalah kamu cari mengikuti arus sungai ini, nak.” jawab Kakek itu.

“Terima kasih, kek. Saya pamit dulu mau mencarinya” ucap bawang putih.

Kemudian bawang putih kembali berjalan menyusuri sungai, ia terus mencari dan mencari pakaian itu, ia takut jika dimarahi ibu tirinya bila tahu pakaiannya hilang. Bawang putih tak bisa membayangkan bila pulang kerumah pasti akan dimarahi dan dipukul ibu tirinya. Tak terasa hari sudah mulai gelap, bawang putih berjalan sudah cukup jauh, lalu ia bertemu seorang nenek-nenek tinggi besar yang sedang mencuci sayur di sungai. Dengan perasaan takut bawang putih memberanikan diri bertanya kepada nenek itu.

Baca juga : Cerita Rakyat Nusantara Karang Bolong

“Selamat malam, nek. Apakah nenek melihat pakaian yang terseret arus sungai ini?” tanya bawang putih.

“Iya, nak. Aku melihat pakaian itu terseret arus sungai dan aku mengambilnya, sekarang pakaian itu aku simpan di gubugku” jawab nenek itu.

Bawang putih sangat lega mendengar jawaban nenek itu, ia berpikir bahwa kebaikan seseorang bukan di ukur dari keindahan wajahnya, namun kebaikan seeorang diukur dari hatinya. Nenek itu sangat menyeramkan sekali, namun nenek itu baik dan ramah, berbeda dengan ibu dan kakak tirinya, walau wajahnya cantik namun hatinya sangat busuk dan jahat.

“Terima kasih, nek sudah menemukan pakaian yang aku cari” ucap bawang putih.

“Hari sudah mulai gelap, menginaplah di gubugku.” ajak nenek itu.

“Terima kasih, nek. Apakah tidak merepotkan nenek?” tanya bawang putih.

“Aku hidup sendiri, setelah sekian lama baru hari ini ada yang menemaniku” jawab nenek itu.

Mereka berjalan ke gubug nenek itu, bawang putih sebenarnya sangat takut sekali, karena semua barang disini berasal dari tulang belulang. Bawang putih hanya bisa pasrah kepada Tuhan. Jika sesuatu terjadi pada dirinya, ia ikhlas. Di gubug itu, bawang putih menanak nasi dan memasak untuk nenek. Karena kebiasan bawang putih dirumah yang rajin, nenek sangat menyukai bawang putih.

Keesokan harinya, bawang putih bangun pagi-pagi sekali. Ia harus pulang karena ibu dan kakak tirinya pasti menunggunya dirumah. Bawang putih pamitan sama nenek, sebelum pulang, ia disuruh memilih sebuah labu kecil dan labu besar. Bawang putih memilih labu kecil lalu ia mengucapkan terima kasih kepada nenek dan pamit pulang.

Setibanya dirumah, ibu dan kakak tirinya sudah menunggu. Ibu tirinya langsung memarahi bawang putih, ketika keranjang tempat pakaian itu diambil, ibu tirinya menemukan sebuah labu kecil.

“Dari mana kamu mendapatkan labu ini?, kamu mencuri ya?” bentak ibu tiri.

Akhirnya labu kecil iti dibelah, dan isinya adalah emas dan permata yang sangat indah, hingga sinar permata itu memenuhi rumah mereka. Bawang merah dan ibunya sangat senang sekali, kemudian ia memaksa bawang putih untuk menceritakan kejadian sesungguhnya. Emas dan perhiasan itu diambil semua oleh bawang merah dan ibunya. Setelah mendengar cerita dari bawang putih, mereka pun membuat rencana licik. Kali ini bawang merah berpura-pura mencuci pakaian di sungai dan menghanyutkan salah satu cuciannya. Kemudain bawang merah berjalan menyusuri sungai untuk mencarinya, rencana itu dibuat sedemikian rupa mirip dengan cerita bawang putih.

Pada akhirnya bawang merah bertemu dengan nenek itu. Lalu ia bertanya seprti bawang putih kemarin. Rencana mereka pun berhasil, bawang merah disuruh menginap di gubug nenek itu. Namun karena bawang merah adalah gadis pemalas, ia tidak bisa masak, ia hanya terdiam melihat nenek sedang memasak makanan.

Keesokan harinya, bawang merah pamit pulang. Namun nenek itu tidak memberikan labu seperti bawang putih.

“Mana labu untukku, nek?” tanya bawang merah.

“Labu apa yang kamu maksud?” jawab nenek itu.

“Seperti kemarin nenek memberikan sebuah labu pada gadis yang menginap digubug nenek” ucap bawang merah.

“Ambillah labu itu di dapur, pilihlah salah satu” jawab nenek itu.

Bawang merah pun mengambil labu yang besar, tanpa mengucap terima kasih, bawang merah langsung pulang. Ia sangat bahagia rencana yang ia buat bersama ibunya berhasil, bawang merah berpikir ini labu besar itu adalah emas dan permata yang lebih banyak.

Baca juga : Legenda Gunung Tampomas

Setibanya dirumah, bawang merah dan ibunya membelas labu besar itu, namun ternyata isinya bukan emas dan permata, melainkan binatang berbisa seperti kalajengking, lipan besar, ulae berbisa, dll. Mereka berdua kaget lalu menjerit, labu besar itu dilempar hingga binatang berbisa didalamnya keluar dan semakin banyak. Bawang merah dan ibunya akhirnya mati digigit binatang berbisa itu. Tubuh mereka sampai kaku dan kebiru-biruan.

Akhir Cerita Bawang Merah Bawang Putih

Akhirnya bawang putih hidup bahagia, perhiasan yang diambil oleh ibu tirinya semua kembali ke bawang putih. Karena bawang putih sekarang kaya, ia tetap hidup sederhana dan tak lupa membantu para tetangga yang membutuhkan.

Catatan :
“Tidak semua ibu, ayah, saudara tiri itu jahat, cerita ini hanya dongeng. Jadi kita harus bijak dan lebih cermat dalam mendongeng kisah ini untuk anak-anak. Banyak juga dongeng yang menceritakan kebaikan ibu, ayah dan saudara tiri.”

Demikianlah Cerita Bawang Merah Bawang Putih. Semoga bermanfaat.

Incoming search terms:

  • cerita mirip bawang merah bawang putih
  • kumpulan cerita rakyat bawang putih dan bawang merah
  • nak putiy aku video HD dongeng
Dongeng Cerita Rakyat Bawang Merah Bawang Putih | Tukang Dongeng | 4.5