Dongeng Anak Islami Anak Yang Berbakti

Friday, July 29th, 2016 - Dongeng Islami

Dongeng Anak Islami Anak Yang Berbakti. Mari kita simak kisah teladan islami ini selengkapnya.

Kisah Teladan Islami Anak Yang Berbakti

dongeng anak islami,dongeng islami,kisah teladan,kisah teladan islami,dongeng anak islami anak yang berbakti

Ilustrasi Gambar

Berbakti kepada orang tua merupakan kewajiban setiap anak, seperti kisah dongeng berikut. Halimah namanya, ia adalah seorang anak sangat sayang dan berbakti kepada orang tuanya. Sang ayah telah pergi meninggalkannya untuk selama-lamanya semenjak ia masih di dalam kandungan. Kini ia hanya hidup berdua dengan ibunya di rumah yang sangat sederhana sekali.

Baca juga : dongeng anak islami miskin tapi dermawan

Halimah duduk di kelas 5 Sekolah Dasar. Sebelum berangkat sekolah, Halimah selalu membantu ibunya mencuci pakaian, mencucui piring, bahkan membuat pisang goreng untuk dijual esok hari. Saat halimah berangkat sekolah, ia juga membawa pisang goreng untuk dititipkan ke kantin sekola. Halimah termasuk anak yang pintar, ia selalu mendapat rangking pertama di kelasnya.

“Halimah, nanti habis jualan sepulang sekolah, tolong antar pisang goreng ini ke tempat Bu Marni” suruh ibu.

“Iya bu” jawab Halimah.

Itulah yang dikerjakan Halimah sepulang sekolah, ia membantu ibunya jualan pisang goreng keliling kampung sekitar. Halimah tak pernah malu melakukan ini, karena membahagiakan sang ibu adalah cita-cita utamanya.

“Nak, Ibu bersyukur sekalu memiliki anak seperti kamu. ini adalah anugrah yang Allah berikan kepada Ibu” bisik sang Ibu.

“Halimah juga bersyukur sekali menjadi anak ibu. Halimah selalu berterima kasih kepada Allah dan berdoa untuk Ibu” jawab Halimah.

Dengan berlinang air mata, Halimah memeluk Ibu erat-erat. Lalu Halimah berbisik kepada ibunya.

“Ibu, suatu saat Halimah ingin sekali memberangkatkan ibu ke tanah suci” bisik Halimah.

“Ibu sangat terharu nak, semoga Allah mengabulkan apa yang kamu cita-citakan” jawab ibu.

Sungguh besar bakti Halimah kepada ibunya, setiap sholat 5 waktu, Halimah tak lupa berdoa semoga cita-cita yang sangat mulia itu terkabul.

Baca juga : cerita dongeng anak putri berhati mulia

Tak terasa berjalan begitu cepat, 10 tahun sudah berlalu. Kini Halimah menjadi seorang wanita yang cukup sukses, ia merintis pisang goreng ibunya dengan sabar dan telaten, hingga sekarang ia berhasil mengembangkan usaha pisang goreng ibunya dan mempunyai beberapa cabang warung pisang goreng di daerahnya.

Ketika Halimah menjadi orang sukses, ia tetap rendah hati dan tak lupa membantu fakir miskin dan tetangga yang membutuhkan. Akhirnya, apa yang di cita-citakan Halimah dikabulkan oleh Allah SWT. Ia dan ibunya berangkat ke tanah suci untuk melakukan ibadah haji.

Dari dongeng kisah teladan Islami ini kita bisa mengambil hikmahnya.

Berbaktilah kepada orang tuamu, janganlah kau menyia-nyiakan mereka. Orang tua adalah orang yang tetap ada disisimu disaat orang lain meninggalkanmu. Ketika anak-anak memiliki waktu untuk memikirkan orang tuanya, kebanyakn pada saat itu, orang tua mereka sudah tak ada lagi di dunia ini.

Demikianlah Dongeng Anak Islami Anak Yang Berbakti. Semoga bermanfaat.

Incoming search terms:

  • cerpen berbakti kepada orang tua
  • kisah teladan islami untuk anak
  • cerpen anak yang berbakti kepada orang tua
  • dongeng kisah teladan islami
  • gambar dan cerita anak berbakti
  • cerita pendek tentang berbakti kepada orang tua
  • video dongeng anak
  • cerita bergambar tentang berbakti
  • dongeng islami untuk anak tentang berbakti kepada
  • cerpen tema berbakti kepada orang tua kita
  • dongeng anak sayAng ortu
  • dongeng anak berbakti
  • video dongeng islami untuk anak
  • cerpen berbakti kepada orang tua dan video
  • cerpen anak yang berbakti pada orang tua
  • cerpen anak islami
  • cerita tentang orang kaya yang mempunyai anak yang berbakti pada orang tua
  • cerita ilustrasi berbakti kepada orang tua
  • cerita anak yang berbakti kepada orangtuanya beserta foto
  • cerita anak kuci anak yg berbakti
Dongeng Anak Islami Anak Yang Berbakti | Tukang Dongeng | 4.5