Cerita Rakyat Riau Legenda Putri Tujuh

Monday, October 3rd, 2016 - Dongeng Legenda

Cerita Rakyat Riau Legenda Putri Tujuh. Mari kita simak Cerita Rakyat Melayu Riau Putri Tujuh hanya di Kumpulan Dongeng Anak.

Cerita Rakyat Putri Tujuh : Asal Mula Nama Kota Dumai

cerita rakyat putri tujuh, cerita rakyat melayu riau putri tujuh, cerita rakyat dumai riau, cerita rakyat riau tujuh putri, asal usul dumai, asal mula nama kota dumai, legenda putri tujuh

Legenda Putri Tujuh
gambar via driau.com

Pada zaman dulu ada sebuah kerajaan di daerah Dumai yang bernama kerajaan Seri Tanjung Bunga dan dipimpin oleh seorang Ratu yang bernama Cik Sima. Sang Rati memiliki tujuh orang putri yang cantik jelita, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Putri Tujuh. Namun dari ketujuh putri itu ada satu yang paling cantik, yaitu putri paling bungsu yang bernama Mayang Sari.

Baca juga : Cerita Rakyat Ande-Ande Lumut

Pada suatu saat ketika ketujuh putri sedang mandi di lubuk Sarang Umai, mereka asyik bercanda sambil mandi, sampai mereka tak menyadari ada seseorang yang sedang lewat dan mengamati mereka, orang itu ialah Pangeran Empang Kuala dan pengawalnya. Pangeran Empang Kuala sangat kagum dengan kecantikan putri Mayang Sari. Pangeran sangat terpesona hingga tak mengedipkan mata saat melihat putri Mayang Sari. Sungguh kecantikan yang elok rupawan yang belum pernah ia melihatnya.

Pandangan mata yang tak bisa berpaling hingga membuat Pangeran Empang Kuala mengucap lirih tanpa sadar,

“Ada gadis cantik di Lubuk Umai..Sangat cantik di Umai. Ya..Disini, di Umai..di Umai..” Gumam Pangeran Empang Kuala.

Rupanya Pangeran Empang Kuala terlanjur jatuh cinta dengan Putri Mayang Sari dan berniat ingin meminangnya.

“Gadis cantik rupawan, aku ingin meminangmu..aku ingin meminangmu.” Gumam sang Pangeran.

Setelah beberapa hari, Pangeran mengirimkan utusan ke Kerajaan Seri Tanjung Bunga untuk meminang Putri Mayang Sari. Utusan pangeran itu mengantarkan tepak sirih sebagai tanda pinangan, tapak sirih merupakan simbol pinangan adat kebesaran raja kepada keluarga Kerajaan Seri Bunga Tanjung. Ratu Cik Sima menyambut pinangan itu dengan kemuliaan adat yang berlaku di Kerajaan itu. Untuk menjunjung tinggi adat kerajaan, Cik Sima pun mengisi pinang dan gambir di combol paling besar diantara ketujuh combol yang terdapat pada tepak itu.
Combol lainnya tetap kosong dan memang sengaja tak diisi, Ini melambangkan bahwa seharusnya putri yang paling tua yang berhak menikah terlebih dahulu. Utusan pangeran akhirnya kembali menghadap pangeran dan memberitahukan bahwa pinangan Pangeran Empang Kuala di tolak.

“Ampuni hamba pengeran, bukan maksud hamba membuat pangeran kecewa” ucap utusan.

“Apa maksudmu?, bagaiman dengan pinanganku untuk Mayang Sari?” tanya Pangeran Empang Kuala.

“Ampun pangeran, Keluarga Putri Mayang Mengurai belum bersedia menerima pinangan pangeran.” jawab utusan.

Mendengar kabar itu, Pangeran pun marah. Ia merasa malu dengan penolakan penangannya, hingga amarah pun menguasai pangeran dan segera memerintahkan para prajuritnya untuk menyerang kerajaan Seri Bunga Tanjung. Tampaknya ia tak lagi peduli dengan adat yang berlaku di kerajaan Seri Tanjung Bunga.

Baca juga : Cerita Rakyat Riau Legenda Ikan Patin

Perang pun tak bisa dihindarkan lagi, kedua kerajaan itu bertemput di pinggiran Selat Malaka. Cik Sima pun segera menyembunyikan ketujuh putrinya didalam hutan, lubang besar beratapkan tanah yang bertumpukkan pohon-pohon sudah disiapkan sebagai tempat persembunyian ketujuh putrinya. Cik Sima membekali mereka dengan makanan dan minuman yang cukup untuk persediaan selama tiga bulan ke depan, lalu Cik Sima kembali untuk melawan serangan dari Pangeran Empang Kuala.

Setelah 3 bulan, pertempuran pun tak kunjung selesai, hingga memasuki bulan keempat, pasukan kerajaan Seri Bunga Tanjung terdesak dan hampir kalah. Melihat posisi seperti itu, Pangeran Empang Kuala segera menghancurkan Negeri Bunga Tanjung, banyak rakyat yang tewas. Melihat Negeri tercintanya hancur, Cik Sima bertapa di bukit Hulu Sungai Umai dan meminta bantuan kepada jin. Hari hampir malam, pasukan pangeran Empang Kuala sedang beristirahat di hilir Umai, namun tiba-tiba kejadian mengerikan terjadi. Secara tiba-tiba buah bakau jatuh dari atas banyak sekali dan membunuh para pasukan Pangeran Empang Kuala, hampir semua pasukan mati tertusuk buah bakau. Akhirnya pasukan Pangeran Empang Kuala dapat dilumpuhkan. Disaat-saat Pangeran Empang Kuala dan pasukannya tak berdaya, datanglah utusan Cik Sima.

“Apa maksud kedatanganmu hey orang Negeri Seri Bunga Tanjung?” tanya Pangeran Empang Kuala.

“Hamba di utus Ratu Cik Sima untuk menyampaikan kepada Pangeran agar menghentikan perang ini. Akibat perang ini, banyak nyawa yang tak berdoa jadi korban dan kita telah menodai bumi ini. Siapa pun yang datang dengan niat tidak baik pasti akan tertimpa malapetaka, namun siapa pun yang datang niat baik pasti akan sejahtera dan bahagia hidupnya di Negeri Seri Bunga Tanjung.” jawab utusan Cik Sima.

Baca juga : Dongeng Sebelum Tidur Anak

Mendengar penjelasan itu, Pangeran Empang Kuala pun sadar. Akhirnya ia memerintahkan para pasukannya untuk pulang ke Negeri Empang Kuala. Esok harinya, Cik Sima segera menjemput ketujuh putrinya di persembunyian tengah hutan, namun alangkah kagetnya Cik Sima melihat ketujuh putrinya sudah tak bernyawa lagi. Mereka mati karena kelaparan dan kehausan, ternyata Cik Sima lupa bahwa bekal yang ia sediakan hanya cukup untuk tiga bulan, sedangkan perang berlangsung selama empat bulan. Karena tak kuasa menahan kesedihan, Cik Sima pun jatuh sakit dan akhirnya meninggal dunia. Hingga saat ini, pengorbanan ketujuh putri Cik Sima pun dikenang dalam lirik lagu yang berjudul Tujuh Putri, berikut lirik lagunya:

Umbut mari mayang diumbut.
Mari diumbut di rumpun buluh.
Jemput mari dayang dijemput.
Mari dijemput turun bertujuh.
Ketujuhnya berkain serong.
Ketujuhnya bersubang gading.
Ketujuhnya bersanggul sendeng.
Ketujuhnya memakai pending.

Masyarakat Dumia meyakini bahwa nama Kota Dumai diambil dari kata “d’umai”. Kata itu yang diucapkan Pangeran Empang Kuala saat pertama kali melihat Putri Mayang sari atau Mayang Mengurai. Sumber cerita rakyat putri tujuh ini diambil dari id.wikibooks.org

Demikianlah Legenda Putri Tujuh. Semoga bermanfaat.

Incoming search terms:

  • lirik lagu melayu putri tujuh
  • cerita saudagar kaya dan istri setia
  • cerita rakyat riau singkat
  • cerita rakyat riau
  • kisah legenda putri tujus beserta gambarnya
  • cerita rakyat riau putri tujuh
  • cerita rakyat bahasa melayu putri tujuh
  • kumpulan dongeng bengkalis riau
  • kisah pangeran empang
  • certa pada zaman dahulu putri tujuh
  • cerita tuju putri
  • putri tujuh kepulauan riau
  • cerita rakyat singkat putri tujuh
  • Cerita Puteri Tujuh Legenda Rakyat Kepulauan Riau
  • cerita putri tujuh
  • cerita rakyat negeri pinggiran selat
  • cerita rakyat melayu putri tujuh
  • Cerita rakyat legenda putri tujuh
  • cerita rakyat kepulauan riau
  • cerita rakyat beserta dengan tujuh tanda baca
Cerita Rakyat Riau Legenda Putri Tujuh | Tukang Dongeng | 4.5