Cerita Rakyat Riau Legenda Ikan Patin

Wednesday, September 21st, 2016 - Dongeng Legenda

Cerita Rakyat Riau Legenda Ikan Patin. Mari kita simak cerita legenda melayu selengkapnya hanya di kumpulan dongeng anak.

Asal Usul Ikan Patin

legenda ikan patin, cerita legenda melayu, legenda melayu riau, cerita rakyat riau

Legenda Ikan Patin
gambar via potretnews.com

Alkisah di zaman dulu kala hiduplah seorang pemuda yang bernama Awang Gading. Ia tinggal di gubug tua seorang diri, gubugnya tepat di tepi sungai yang sangat jernih. Mata pencaharian Awang Gading ialah menangkap ikan di sungai.

Baca juga : Asal Usul Nama Kota Garut

Pasa suatu sore, Awang Gading mencari ikan di sungai. Ia berharap akan mendapat ikan besar kali ini. Ia mulai memancing, setelah menunggu beberapa lama, ternyata ia tak mendapatkan ikan juga.

“Mungkin belum rejekiku hari ini” gumam Awang Gading.

Ia pun membereskan semua perlatannya lalu pulang karena hari sudah gelap, namun saat ia melangkahkan kaki, tiba-tiba terdengar suara tangisan bayi. Awang Gading pun mencari sumber tangisan itu, namun tak juga menemukannya.

“Tangisan bayi ini sangat jelas sekali, namun dimana?” gumam Awang Gading.

Tak berapa lama ia berhasil menemukan bayi itu diatas batu besar, seorang bayi perempuan yang lucu. Kulitnya masih merah, kelihatannya sang ibu langsung membuang bayi ini setelah ia melahirkan. Hati Awang Gading bertanya-tanya, anak siapakah ini?, siapa yang tega membuang bayi ini?.

Awang Gading bingung harus berbuat apa, karena ia kasihan dengan bayi lucu ini, akhirnya Awang Gading membawanya pulang. Karena hatinya masih penasaran dan ragi-ragu, ia membawa bayi itu ke sesepuh desa.

“Tetua, saya menemukan bayi ini di atas batu tepi sungai” ucap Awang Gading.

“Nak, Yang Kuasa telah mempercayaimu, sekarang rawatlah bayi ini baik-baik” jawab sesepuh desa.

“Baiklah, teteua. Saya akan merawat bayi ini. Terima kasih atas petuahnya” jawab Awang Gading.

Setelah menemui sesepuh desa, Awang gading pun kembali ke rumah dan mengadakan syukuran untuk bayi itu. Bayi itu diberi nama Dayang Kumunah. Awang Gading menimang-nimang Dayang Kumunah sambil mendedangkan lagu sehingga ia tertidur.

Baca juga : Cerita Rakyat Bawang Merah Bawang Putih

Setelah beberapa tahun, Dayang Kumunah kini sudah dewasa, ia sekarang tumbuh mnjadi gadis yang cantik dan baik hati. Ia sangat penurut dan selalu membantu ayahnya. Walaupun Dayang Kumunah memiliki kepribadian yang baik, namun ia seorang yang pendiam.

Suatu saat saat Dayang Kumunah sedang menjemur kayu di depan rumah, ada seorang pemuda yang tampan lewat, ia langsung jatuh cinta kepada Dayang Kumunah. Pemuda tampan itu bernama Awangku Usop. Esok harinya Awangku Usop datang kerumah Dayang Kumunah untuk melamarnya.

“Nama saya Awangku Usop dari desa sebelah, maksud kedatangan saya kemari ingin melamar dan meminang Putri anda” ucap Awangku Usop.

“Saya terima niat baik anda, namun saya tidak bisa langsung menjawabnya. Karena keputusan ada pada Dayang sendiri. Bagaimana anakku?, apakah kamu menerima pinangan pemuda ini?” kata Awang Gading.

“Baiklah ayah, saya menerima pinangan pemuda ini. Namun sebenarnya saya dan kanda Usop berbeda dunia. Dunia saya dari sungai yang memiliki kebiasaan berbeda dengan manusia. Ada syarat yang harus kamu penuhi setelah aku jadi istrimu, kanda Usop” ” jawab Dayang.

“Apa syarat itu, Dayang?” tanya Usop.

“Jangan pernah menyuruh dan memaksa saya tertawa” jawab Dayang.

“Baiklah, aku berjanji akan menyanggupi syaratmu itu” ucap Usop.

Beberap hari kemudian Dayang dan Usop pun menikah, pesta pernikahan mereka berlangsung sangat meriah. Satu bulan setelah mereka menikah, Awang Gading sakit keras dan akhirnya meninggal. Dayang Kumunah sangat sedih ditinggalkan ayah yang telah merawat dan mendidiknya dari kecil walapun sebenarnya bukan ayah kandungnya.

Dayang Kumunah memiliki anak, mereka sekeluarga pun bahagia sekali. Pada saat anaknya beru belajar berjalan, semua tertawa gembira kecuali Dayang Kumunah. Usop tanpa sadar meminta istrinya untuk ikut tertawa, hingga ia lupa syarat yang dulu diajukan. Dayang menolak untuk tertawa, namun Usop tetap memaksa. Karena takut menyakiti hati suaminya, Dayang Kumunah akhirnya ikut tertawa. Tiba-tiba kejadian aneh terjadi, Pada mulut Dayang Kumunah keluar insang ikan.

Baca juga : Legenda Baru Golog

Dayang Kumunah segera berlalri ke sungai, dan menceburkan diri. Awangku Usop dan anaknya mengikuti Dayang ke sungai.

“Maafkan aku istriku, karena aku telah melanggar janjiku” ucap Usop.

“Suamiku, rawatlah anak kita dengan baik” jawab Dayang.

Awangku Usop sangat menyesal, namun nasi sudah menjadi bubur, semua sudah terjadi. Akhirnya Dayang Kumunah berubah menjadi seeokor ikan patin dan menyelam di sungai. Sejak saat itu, mereka berjanji tidak akan makan ikan patin.

“Orang yang ingkar janji suatu saat pasti akan diliputi rasa penyesalan yang dalam, janji adalah amanah. Jangan sekali-kali menyepelekan sebuah janji.”

Demikianlah Legenda Melayu Riau. Semoga bermanfaat.

Incoming search terms:

  • Legenda ikan patin
  • asal usul ikan patin
  • legenda ikan patin dari riau
  • synopsis legenda ikan patin
  • sinopsis singkat ikan patin
  • sinopsis legenda ikan patin
  • pengawal dalam cerita rakyat riau ikan patin
  • legenda u
  • leegenda ikan patin siak
  • kumpulan cerita rakyat kalimantan tengah legenda ikan patin
  • Kisah cerita rakyat asal mula ikan patin
  • ikan patin yang tampan
  • ikan ande
  • cerita rakyat singkat tentang asal mula ikan patin
  • cerita rakyat melayuikan patinbeserta gambar cerita
  • cerita rakyat melayu rohil
  • Cerita rakyat melayu riau
  • Cerita dongeng ikan patin
  • video cerita ikan patin dg seorang nenek
Cerita Rakyat Riau Legenda Ikan Patin | Tukang Dongeng | 4.5