Cerita Rakyat Nusantara Legenda Sungai Jodoh

Wednesday, August 17th, 2016 - Dongeng Legenda

Cerita Rakyat Nusantara Legenda Sungai Jodoh. Mari kita simak cerita rakyat ini selengkapnya.

Cerita Rakyat Legenda Sungai Jodoh

cerita rakyat nusantara, kumpulan cerita rakyat, cerita rakyat indonesia,legenda sungai jodoh, cerita rakyat batam

Legenda Sungai Jodoh
gambar via youtube.com

Di pedalaman daerah Batam, terdapat sebuah desa yang tenang. Hiduplah seorang anak gadis yang bernama Mah Bongsu, ia seorang anak yatim piatu. Mah Bongsu bekerja jadi pembantu di keluarga Mak Piah. sedangkan Mak Piah memiliki anak gadis si mata wayang yang bernama Siti Mayang. Hari demi hari ia jalani mekerja di keluarga itu. Pada suatu hari, Mah Bongsu sedang mencuci pakaian di sungai. Tiba-tiba terdengar suara teriakan keras.

“Tolong, ada ular!!” teriak Mah Bongsu histeris.

Mah Bongsu sangat ketatukan sekali melihat ular yang tiba-tiba mendekat. Ular itu berenang kesana kemari, tampaknya ular itu terluka. Melihat ular itu, Mah Bongsu tidak tega, ia membawa ular itu pulang untuk di obati dan dirawat. Setelah beberapa hari, ular itu sembuh dari lukanya. Mah Bongsu merawat ular itu dengan penuh perasaan, tak terasa ular itu tumbuh menjadi besar.

Baca juga : legenda empat kapitan

Setiap beberapa saat, kulit ular mulai berganti. sisik-sisik ular yang terkelupas diambil oleh Mang Bongsu dan dibakar. Namun ajaib sekali, setiap sisik ular itu dibakar, keluar asap besar. Bila arah itu mengarah ke barat, keluar emas dan berlian yang berlimpah, bila mengarah ke timur, keluar uang segunung, bila mengarah ke selatan, keluar kain sutra yang sangat indah.

Tak lama berlangsung, akhirnya Mang Bongsu menjadi orang yang kaya raya. Namun banyak tetangga yang curiga dengan hasil kekayaan Mang Bongsu yang melimpah ruah.

“Dari mana anak itu mendapatkan harta yang sangat banyak?, jangan-jangan dia mencari pesugihan?” ucap Mak Piah.

“Mungkin, sedikit demi sedikit harta kita dicuri oleh Mang Bongsu mak” jawab Siti Mayang.

Banyak yang penasaran dengan kekayaan Mah Bongsu, satu desa pun ikut menyelidiki kekayaan Mah Bongsu, namun hasilnya nihil. tak satupun warga desa yang berhasil menemukan jawabannya. Mah Bongsu walaupun sekarang sudah kaya raya, tapi dia tidak lupa kepada tetangga yang sedang membutuhkan, ia senang sekali membantu para tetangga yang butuh bantuannya.

“Aku tidak peduli dari mana Mah Bongsu mendapat harta itu, yang penting Mah Bongsu seorang yang dermawan, aku pernah dibantu disaat aku sedang butuh uang untuk makan keluargaku” kata Mak Ukai.

“Benar mak, anak-anak yatim disini semua juga dicukupi oleh Mah Bongsu. Bahkan mereka sekarang tidak hidup susah seperti dulu lagi” ucap tetangga lainnya.

Mak Piah yang merasa tersaingi mencoba mendatangi rumah Mah Bongsu, ia mengendap-endap mengintip di balik pintu rumah Mah Bongsu. Karena sangat penasaran, Mak Piah hampir setiap malam melakukan itu. Hingga pada suatu malam.

“Mah Bongsu memelihara seekor ular besar, apakah itu yang mendatangkan kekayaan” Gumam Mak Piah.

“Disamping ular itu banyak sisik-sisik ular yang habis dikabar, jangan-jangan dengan membakar sisik ular itu, akan menjadi kaya raya” tebak Mak Piak dalam hati.

Mak Piah lalu pergi ke hutan dan mencari seekor ular yang besar lalu dibawa pulang. Ular itu dipelihara dirumah Mak Piah, sampai tidur pun bersama Mak Piah. Walau kadang ular besar itu menggigit dan melilit Mak Piah, Namun Mak Piah tak peduli, karena ia percaya ular itu bisa mendatangkan kekayaan.

Sementara Mah Bongsu dirumah sedang memberi makan ular peliharaannya itu, tiba-tiba ular itu berbicara layaknya manusia. Mah Bongsu kaget melihat keanehan ular itu.

“Tolong antarkan aku sungai waktu kamu menemukan aku dulu” kata ular itu.

Baca juga : dongeng legenda desa sungai jernih

Setelah sampai di sungai, Mah Bongsu bertambah kaget saat ular itu berubah menjadi pemuda yang tampan dan mengutarakan isi hatinya juga sebagai balas budi karena sudah menolongnya dulu. Mah Bongsu hanya terdiam dan bingung harus menjawab apa. Kulit ular yang masih tersisa tiba-tiba berubah menjadi sebuah rumah yang sangat megah. Kemudian tempat itu disebut dengan desa Tiban yang berarti beruntung.

Tak berapa lama Mah Bongsu menikah dengan pemuda tampan itu, pernikahannya pun dilakukan secara besar-besaran. Banyak tamu yang datang mulai dari tetangga, hingga warga desa seberang. Sementara Mak Piah berduka karena anak gadisnya mati di lilit ular besar.

Sejak saat itu, sungai dimana Mah bongsu dan ular itu bertemu disebut dengan Sungai Jodoh. Sampai sekarang pun sungai itu masih dipercayai oleh warga warga setempat sebagai tempat jodoh.

“Ketamakan akan menghancurkan diri-sendiri, rendah hati dan saling tolong menolong akan menyelamatkan hidup kita.”

Demikianlah Cerita Rakyat Nusantara Legenda Sungai Jodoh. Semoga bermanfaat.

Incoming search terms:

  • cerita rakyat nusantara
  • legenda cerita rakyat
  • cerita dongeng rakyat
  • Cerita nusantara
  • cerita rakyat sungai jodoh
  • legenda sungai jodoh
  • legenda sungai jodoh singkat
  • dongeng sungai jodoh
  • video ikan Ajaib sungai jodoh
  • cerita sungai jodoh
  • kumpulan cerita rakyat nusantara
  • cerita rakyat batam
  • Cerita rakyat legenda
  • cerita rakyat tentang perjodohan
  • inti dari asal mula sungai jodoh
  • www cerita rakyat dari batam
  • cerita rakyat jawa sungai hodoh
  • cerpen legenda sungai jodoh
  • cerita rakyat sungai jodoh batam
  • cerita singkat rakyat nusantara
Cerita Rakyat Nusantara Legenda Sungai Jodoh | Tukang Dongeng | 4.5