Cerita Rakyat Nusa Tenggara Barat Batu Golog

Wednesday, September 14th, 2016 - Dongeng Legenda

Cerita Rakyat Nusa Tenggara Barat Batu Golog. Mari kita baca Cerita Rakyat Dari Padamara Lombok Timur ini selengkapnya.

Legenda Batu Golog

cerita rakyat nusa tenggara, cerita rakyat nusa tenggara barat batu golog, cerita rakyat lombok timur, Cerita Rakyat Dari Padamara Lombok Timur, Batu Golog, cerita batu golog ntb, legenda batu golog

Batu Golog
gambar via tumblr.com

Cerita Batu Golog Nusa Tenggara Barat adalah sebuah cerita yang sangat terkenal, Cerita ini berasal dari daerah Padamara, Lombok Timur. Buat kamu yang berasal dari Nusa Tenggara Barat tentunya sudah tidak asing lagi dengan cerita ini.

Alkisah hiduplah sebuah keluarga yang miskin,  Amaq Lembain dan Inaq Lembain adalah sepasang suami istri yang memiliki dua anak. Pekerjaan mereka adalah buruh tani yang setiap hari mengerjakan sawah orang lain atau memanen padi di sawah orang lain dengan upah yang tidak seberapa.

Baca juga : Cerita Rakyat Nusantara Legenda Karang Bolong

Saat itu pekerjaan sedang sepi, mereka sekeluarga berjalan mencari pekerjaan. Dari desa ke desa mereka masuki, tak terasa mereka sudah menempuh perjalanan  jauh, tapi belum juga mendapat pekerjaan.

“Kita berjalan sudah sangat jauh, tapi mengapa belum juga mendapat pekerjaan” keluh Inaq Lembain.

“Bersabarlah, saat kita sampai di desa seberang. Aku yakin kita akan mendapat pekerjaan disana” jawab Amaq Lembain.

Tibalah mereka di desa seberang, ternyata disana ada yang sedang panen. Sepasang suami istri itu menawarkan jasa untuk membantu panen, dan mereka pun diterima. Inaq Lembain menumbuk padi dan Amaq Lembain membantu panen padi disawah.

“Ibu kerja dulu ya, kalian jangan nakal. Tetap duduk diatas batu ini” ucap Inaq Lembain kepada kedua anaknya.

“Baik, bu” jawab kedua anaknya.

Inaq Lembain pun memulai menumbuk padi, awal terlihat biasa saja. Namun tak berapa lama tiba-tiba keanehan terjadi, setiap Inaq Lembain menumbuk padi, batu yang di duduki kedua anaknya itu tambah tinggi. Setiap satu tumbukan Batu Golog itu bertambah tinggi. Inaq Lembain tak sadar itu terjadi.

“Ibu, Tolong kami. Ibu..”Teriak kedua anaknya.

Inaq Lembain tak mendengar teriakan kedua anaknya, ia masih sibuk menumbuk padi. Batu Golog itu semakin bertambah tinggi hingga melebihi gunung.

“Ibu, turunkan kami. Kami takut, buuu..” Teriak kedua anaknya.

“Bukannya ibu berpesan kepada kalian agar kalian jangan nakal, ibu sedang sibuk bekerja” ucap Inaq Lembain.

Saat sudah menyelesaikan pekerjaannya, Inaq Lembain kaget bukan main. Ia tak melihat kedua anaknya, kemudian ia mendengar teriakan anaknya. Ia melihat keatas ternyata Batu Golog telah membawa kedua anaknya itu menjulang tinggi melebihi gunung. Inaq Lembain menangis sedih, seharusnya ia memperhatikan anaknya yang dari tadi berteriak minta tolong.

“Maafkan ibu, nak. Ibu terlalu sibuk bekerja hingga tak memperhatikan kalian” ucap Inaq Lembain.

Ia menangis sejadi-jadinya. Dengan perasaan pasrah, Inaq Lembain berdoa kepada Tuhan agar kedua anaknya selamat dan bisa turun.

“Tolonglah hamba Tuhan. Hamba terlalu sibuk bekerja hingga anak hamba celaka seperti ini, kembalikan kedua anak hamba, Tuhan” doa Inaq Lembain.

Keajaiban pun terjadi, Tuhan mengabulkan doa Inaq Lembain. Ia menebas Batu Golog dengan dengan sabuk nya, Batu Golog terbelah menjadi tiga bagian. Bagian pertama Batu Golog jatuh di suatu tempat dan diberi nama Desa Gembong. Bagian kedua, jatuh di suatu tempat dan diberi nama Desa Batu. Dan bagian ketiga Batu Golog jatuh di suatu tempat dan menimbulkan suara gemuruh. Tempat itu diberi nama Desa Montong Teker.

Baca juga : Cerita Rakyat Jawa Tengah Joko Budug

Namun kedua anaknya tidak bisa turun ke bawah, kedua anaknya melayang di atas langit dan berubah menjadi dua ekor burung yang bernama Kekuwo dan Kelik. Inaq Lembain sangat menyesal atas kejadian ini, ia kehilangan kedua anaknya. Itulah akhir Cerita Rakyat Nusa Tenggara Barat Batu Golog.

Pesan Moral Cerita Rakyat Batu Golog

“Sesibuk apa pekerjaan orang tua, sayangi dan beri perhatian kepada anak. Kesibukan bekerja bukan alasan tidak mendidik anak. Anak butuh perhatian orang tua.”

Demikianlah Cerita Rakyat Lombok Timur Batu Golog. Semoga bermanfaat.

Incoming search terms:

  • cerita Batu golog
  • cerita rakyat batu golog
  • cerita batu golok
  • cerita rakyat batu golog dengan gambarnya
  • Cerita rakyat batu golok
  • cerita rakyat batu golok dari nusa tenggara barat
  • cerita rakyat lombok nusa tenggara barat
  • cerita rakyat pendek lombok
  • Cerpen lombok tangisan lembain
  • legenda batu golog dari nusa tenggara barat
  • legenda ntb beserta gambar
  • batu golok
  • pesan moral baru golok
  • cerita rakyat nusa tenggara
  • cerita rakyat NTB
  • cerita rakyat lombok timur
  • cerita rakyat lombok batu golog
  • cerita rakyat lombok
  • cerita rakyat dari nusa tenggara barat
  • cerita batu goloq
Cerita Rakyat Nusa Tenggara Barat Batu Golog | Tukang Dongeng | 4.5