Cerita Rakyat Maluku Legenda Empat Kapitan

Tuesday, July 26th, 2016 - Dongeng Legenda

Cerita Rakyat Maluku Legenda Empat Kapitan. Mari kita simak dongeng legenda cerita rakyat Maluku selengkapnya.

Dongeng Cerita Rakyat Maluku Legenda Empat Kapitan

dongeng legenda,cerita rakyat,cerita rakyat maluku,legenda empat kapitan

Legenda Empat Kapitan
gambar via go-moluccas.blogspot.co.id

Pada zaman dulu, di Maluku ada sebuah daerah yang bernama Nunusaku, daerah itu berada di Pulau Seram. Nunusaku menjadi pusat kota Pulau Seram dan disebut juga Pulau Ina. Penduduk disana tersebar, mereka di pimpin oleh empat orang kapitan. Di setiap arah pengembaraan, ke empat kapitan ini selalu berembuk kemana arah tujuan mereka. Akhirnya mereka sepekat untuk pergi ke hilir Sungai Tala. Sebelum melakukan perjalanan, mereka mengadakan upacara adat terlebih dahulu.

Baca juga : dongeng legenda anak raja dan batu amparan gading

Setelah itu mereka berjalan ke Negeri Watui untuk mencari bambu guna membuat rakit, dengan menggunakan rakit itu, mereka mulai mengembara melalui sungai Tala dengan di pimpin Kapitan besar turunan moyang Potala yaitu Nunusaku. Semua harta Nunusaku dibawa mengembara, tak ketinggalan seeokor burung nuri dan sebuah pinang juga dibawa.

Kapitan yang akan menjadi moyang dari mata rumah Wattimury duduk paling belakang kemudi, untuk uang duduk di tengah rakit adalah kapitan yang akan menjadi moyang Nanlohy, sedangkan yang duduk di belakang sebelah kanan kapitan yang akan menjadi moyang Talakua, dan untuk menjaga harta yang mereka bawa ditunjuklah kapitan Nanlohy. Aturan hukum adat, ia bertindak sebagai Dati dan menentukan pembagian harta pribadi ataupun bersama.

Saat Rakit melaju kencang menuju Tala, tiba-tiba rakit itu kandas dan hampir terbalik di Batu Pamali. Kapitan Wattimena Wael terkejut dan teriak kepada Kapitan di dekatnya. “Talakuang” yang berarti tikan tahan gusepa. Di saat rakit nyaris terbalik, Kapitan Watimena membuka tempat sirih pinang miliknya menjadi terjatuh, dan burung nuri nya pun juga terbang. karena kejadian itu kapitan Watimena marah dan mengucap sumpah yang menjadi pantangan untuk mata rumah Wattimena Wael. Sumpah tersebut adalah tak boleh memakan sirih pinang dan memelihara burung nuri.

Baca juga : cerita dongeng binatang burung nuri yang rajin

Setelah mereka tiba di Tala, mereka membuat perjanjian dengan menanam sebuah batu yang dinamakan Manuhurui dan berubah menjadi Huse. Isi perjanjian itu adalah Walau mereka bercerai berai, namun persaudaraan tetap dipertahankan, mereka harus saling tolong menolong satu sama lain dalam hal apapun dan saling mengunjungi diantara mereka. Tempat perjanjian ini menjadi batu pertanda kenang-kenangan dari keturunan negeri Mahariki, Luhu, Portho, dan Amahai.

Setelah perjanjian itu selesai, Kapitan Wattimuri dan Kapitan Wattimena tidur, sementara Kapitan Talakua dan Nanlohy naik ke rakit, namun karena derasnya arus sungai, rakit iru terbawa arus dan hanyut. Karena kejadian itu Kapitan Wattimuri dan Wattimena terbangun dan melihat lambaian tangan saat rakit itu hanyut. Rakit itu terkatung-katung di Tanjung Hualoi. Kapitan Nanlohy mencoba meloncat dan berenang melawan arus, namun karena lelah, ia terdampar di Nanahulu yang berarti berenang dan terdampar di hulu.

Kapitan Talakua terbawa arus hingga ke Tanjung Uneputty dan terdampar di teluk pulau Saparua. Disana dibangun negeri yang bernama Portho. Kabar itu di dengar oleh Kapitan Nanlohy dan ia bergegas pindah dari Lugu ke Portho untuk bergabung dan hidup bersama untuk mengembangkan menjadi satu mata rumah yang besar. Sementara itu Kapitan Wattimuri dan Wattimena Wael tinggal di daerah Manuhurui kampung Sanuhu, disana mereka mempunyai banyak sahabat termasuk Kapitan di daerah itu yang dijadikan pengintai.

Pada suati saat pengintai membawa kabar bahwa ada kapitan dari gunung sembilan datang bersama laskarnya. mendengar kabar itu, kedua kapitan menyambut mereka di tempat yang tersembunyi sambil mengintai gerak gerik mereka. Setibanya disana, kapitan gunung sembilan kecewa, karena tempat itu kosong. Di persebunyiannya, mereka merasa nyaman dan aman, namun persediaan air telah habis dan mereka kehausan. Melihat hal itu, Kapitan Wattimena mengambil tombak dan menancapkan ke tanah, saat itu pula air keluar dari alam tanah. Akhirnya mereka bisa makan dan minum sepuasnya dan mereka jadi kekenyangan, maka tempat itu dinamakan Hule yang berarti kekenyangan.

Baca juga : cerita rakyat papua legenda batu keramat

Setelah suasana aman, kapitan Wattimena melanjutkan perjalanan untuk membuka daerah baru. Dengan berat hati penduduk setempat melepas kepergian kedua kapitan itu. Sebenarnya mereka dilarang pergi oleh penduduk setempat, namun karena mereka bersikeras tetap melanjutkan perjalanan, akhirnya penduduk setempat merelakan kedua kapitan itu pergi, sebelum pergi, mereka berjanji untuk saling mengunjungi dan saling membantu satu sama lain. Kedua kapitan itu lalu pergi ke tempat yang bernama Boboth dengan menyusuri Seram Selatan hingga Timur. Hari hampir malam, namun mereka belum menemukan tempat yang cocok.

“Kita akan membuat obor dan melanjutkan lagi perjalanan. Dimana obor itu padam disitulah kita akan menetap dan membangun desa” kata kapitan Wattimena.

Kemudian mereka membuat obot besar dan melanjutkan perjalanan. Disaat obot itu padam, di tempat itulah mereka mendirikan kemah, lalu mereka membuat daerah baru yang disebut Api Loba atau Japisuru. Lalu nama itu diubah menjadi nama Mahariki. Setelah beberapa lama, kapitan Wattimura meminta untuk pindah dan mendirikan tempat baru, hanya berjarak 7 kilometer dari japisuru. Kapitan Wattimuri memberi nama temapt barunya Amahai. Lalu diubah menjadi Ruta hingga sekarang ini.

Demikianlah Cerita Rakyat Maluku Legenda Empat Kapitan. Semoga bermanfaat.

Incoming search terms:

  • cerita rakyat maluku
  • cerita rakyat maluku tengah
  • cerita rakyat dari maluku
  • cerita rakyat di maluku
  • cerita rakyat maluku dalam bahasa inggris
  • legenda empat kapitan
  • kumpulan cerita rakyat maluku
  • cerita daerah maluku
  • legenda rakyat maluku
  • legenda 4 kapitan
  • cerita pendek rakyat maluku
  • cerita rakyat yg ad di maluku
  • cerita legenda rakyat maluku
  • kumpulan cerita rakyat dari maluku
  • cerita rakyat daerah maluku
  • cerita legenda empat kapitan
  • cerita dongeng 4 kapitan dan pulau seram
  • cerita rakyat makuku
  • cerita dari maluku
  • cerita rakyat maluku dan bahasa inggris
Cerita Rakyat Maluku Legenda Empat Kapitan | Tukang Dongeng | 4.5