Cerita Rakyat Malin Kundang Anak Durhaka

Monday, August 22nd, 2016 - Dongeng Legenda

Cerita Rakyat Malin Kundang Anak Durhaka. Mari kita simak Kisah Malin Kundang ini selengkapnya.

Legenda Malin Kundang

cerita malin kundang, cerita rakyat malin kundang, dongeng malin kundang, kisah malin kundang, legenda malin kundang, batu malin kundang

Batu Malin Kundang
gambar via id.wikipedia.org

Di sebuah desa wilayah pesisir daerah Sumatra, hiduplah keluarga miskin. Salah satu anaknya bernama Malin Kundang. Rumah tempat mereka tinggal sangat memprihatinkan sekali. Pakaian yang mereka kenakan apa adanya dan penuh tambalan. Setiap hari bila mendapat tangkapan ikan mereka makan, namun bila tidak mendapat ikan mereka tidak makan, sehingga tubuh mereka kurus kering kekurangan makanan.

Baca juga : legenda gunung tangkuban perahu

Malin kundang sebenarnya adalah pemuda yang tampan, cuma pakaiannya yang kusut dan kotor, terlihat jelek dan kumuh. Tak tahan dengan kemiskinan yang berkepanjangan, Malin Kundang akhirnya memutuskan pergi merantau ke negeri seberang untuk bekerja mencari uang.

“Bu, Malin mau pergi merantau demi keluarga kita” ucap Malin.

“Nak, bukannya ibu melarang. Ibu takut kamu seperti ayahmu yang sampai sekarang belum kembali dari perantauan” jawab ibu.

“Malin berjanji, bu. Malin akan kembali bila sudah mendapat uang di perantauan” bujuk Malin.

“Bila itu keingananmu, ibu tak bisa berbuat apa-apa. Ibu hanya bisa merestui dan mendoakanmu semoga kamu berhasil di perantauan” jawab Ibu.

Esok harinya, Malin Kundang menuju dermaga ditemani ibunya, ia akan berangkat merantau di negeri seberang. Dengan berat hati, ibu melepas kepergian Malin Kundang.

“Malin berangkat dulu, bu. Mohon doa restu dari ibu” ucap Malin sambil memeluk ibunya.

“Hati-hati di perjalananmu, nak. Jaga diri baik-baik dan jangan lupa kembali karena ibu sendirian disini” jawab Ibu sambil menangis.

Malin Kundang berangkat naik kapal besar. di perjalanan ia masih teringat nasehat sang ibu. Malin tampak gelisah meninggalkan ibunya sendirian di kampung. Di kapal, Malin berpikir nanti kalau sudah sampai di kota ia akan kerja apa.

Baca juga : dongeng anak nasehat sang pendidik

Setelah sampai di kota, Malin berjalan kesana kemari untuk mecari pekerjaan. Ia mendapat pekerjaan membantu berdagang dipasar, sedikit demi sedikit ia mempelajari cara berdagang. Ia lalu mengumpulkan modal dan membuka usaha dagang sendiri.

Setelah beberapa tahun, usaha dagang Malin Kundang berkembang pesat dan berhasil, ia kini menjadi saudagar yang kaya raya. Tampaknya ia belum berpikir untuk kembali ke kampung. Di kota, Malin Kundang menikah dengan seorang wanita yang cantik jelita. Setelah beberapa tahun menikah, Istri Malin ingin sekali berlayar ke kampung halaman Malin.

Dan mereka pun berangkat naik kapal besar milik Malin Kundang. Setelah tiba di dermaga dekat kampung halaman Malin, ada tetangga yang melihat dan memberitahukan kepada ibunya kalau Malin Kundang sudah menjadi orang kaya dan sudah pulang.

“Bu, anakmu sekarang sudah menjadi orang kaya. Malin sudah pulang” teriak tetangga Malin.

Mendengar berita itu, Ibu Malin langsung berjalan menuju dermaga. Sebuah kapal besar terlihat sudah menepi. Setelah mendekat, ada seseorang yang turun dari kapal. Ibu memandang ke arah orang itu.

“Apakah benar dia Malin Kundang anakku?” tanya ibu dalam hati.

Dengan melihat bekas luka ditangan kanan orang itu, ibu yakin kalau itu benar si Malin Kundang.

“Malin Kundang anakku, mengapa lama kau tak memberi kabar kepada ibumu ini, nak?” ucap ibu.

“Kamu siapa?, jangan ngaki-ngaku jadi ibuku. Dasar pengemis” teriak Malin Kundang.

Mendengar ucapan itu, ibu Malin Kundang menangis dan bersedih, anaknya yang dinanti-nanti telah lupa dan durhaka kepada ibunya. Sementara istri Malin bertanya kepada Malin.

“Wanita tua itu benar ibu kamu?” tanya istri Malin.

“Dia bukan ibuku!, dia hanya seorang pengemis yang mengaku jadi ibuku untuk memperoleh harta yang aku miliki” jawab Malin Kundang.

Ibu Malin Kundang hanya bisa memandangi anaknya yang durhaka, dengan diliputi hati yang kecewa dan marah karena tidak diakui dan dihina oleh anaknya, Ibu Malin Kundang berdoa dengan menengadahkan kedua tangannya.

“Ya Tuhan, bila memang benar pemuda ini anak kandungku. Aku bersumpah, jadikanlah dia batu sekarang juga” doa ibu Malin Kundang.

Baca juga : legenda sungai jodoh

Tak berapa lama tiba-tiba angin berhembus makin kencang, badai besar melanda saat itu juga, kapal Malin Kudang terhempas hancur berkeping-keping. Malin Kundang terlempar di tepi dermaga dan tubuhnya menjadi batu.

“Ketika seorang ibu hendak melahirkanmu, Nyawa Beliau pertaruhkan hanya demi melihat dirimu yang sekarang. Maka oleh sebab itu perjuangkan senyum manis ibumu jangan sampai memudar apalagi sampai matanya meneteskan air mata kesedihan.”

Demikianlah Dongeng Malin Kundang. Semoga bermanfaat.
.

Incoming search terms:

  • cerita rakyat malin kundang
  • dongeng malin kundang
  • dongeng si malin kundang
  • cerita rakyat maling kundang
  • cerita legenda malin kundang
  • cerita dongeng malin kundang
  • cerita rakyat malin kundang dan gambarnya
  • cerita rakyat malingkundang
  • kisah malin kundang anak durhaka
  • m alin kundang dongeng
  • video cerita rakyat malin kundang
  • cerita dongeng malin undang
  • Cerita tentang malin kundang
  • cerita rakyat malin kundang anak durhaka
  • cerita rakyat ande ande lumut anak durhaka
  • cerita raktat malin kundang
  • vidio dongeng maling kundang anak anak
  • cerita legenda m
  • cerita dongeng maling kundang
  • cerita d0ngeng malin kundang
Cerita Rakyat Malin Kundang Anak Durhaka | Tukang Dongeng | 4.5