Cerita Rakyat Kalimantan Barat Legenda Pulau Belumbak

Wednesday, May 18th, 2016 - Dongeng Legenda

Kumpulan dongeng legenda kali ini berjudul Cerita Rakyat Kalimantan Barat Legenda Pulau Belumbak. Mari kita simak dongeng selengkapnya.

Cerita Rakyat Kalimantan Barat

Di suatu daerah yang tidak padat penduduk, ada seorang janda miskin yang memiliki dua anak laki-laki. Untuk menyambung hidup, mereka berkeja mencari kayu bakar dan dijual kepada warga desa. Penderitaan demi penderitaan mereka lalui selama nertahun-tahun, tak terasa mereka kini sudah dewasa. Mereka meminta kepada ibu agar mereka di ijinkan untuk merantau untuk mengadu nasib, dengan berat hati sang ibu mengabulkan permintaan mereka demi kebaikan kedua anaknya.

Baca juga dongeng legenda singkat asal usul kota samarinda

Mereka pergi dengan menumpang kapal dagang, dengan sedih hati ibu melepaskan mereka dan mengantar ke pelabuhan, dengan doa yang tulus, sang ibu mendoakan yang terbaik untuk kedua anaknya dan membekali mereka dengan ketupat. Tak terasa waktu berjalan, bertahun-tahun ibu itu menunggu anaknya pulang, sang ibu rindu dengan kedua anaknya. di usianya yang semakin tua hingga sang ibu sakit-sakitan dan badangnya menjadi ringkih tak berdaya. Dengan semangat yang dimilikinya, beliau masih berkeja untuk menyambung hidupnya.

cerita rakyat kalimantan barat,legenda pulau belumbak,kumpulan,cerita rakyat kalimantan barat,cerita rakyat dari kalimantan barat,dongeng pulau belumbak

Pulau Belumbak
gambar via bambumeliau.blogspot.com

Sementara di lain tempat di daerah perantuan, kedua saudara itu menjadi orang sukses, mereka menjadi orang yang kaya raya dan juga memiliki kapal yang cukup megah serta memiliki istri yang cantik jelita. Tiba-tiba mereka teringat kampung halamannya, lalu keduanya pulang dengan menaiki kapal yang megah, mereka menyusuri sungai kapuas, dan tiba di daerah Sanggau. Tetangga memberitahu sang ibu bahwa kedua anaknya telah pualng, mendengar berita itu sang ibu langsung bergegas menuju pelabuhan dan tibalah sang ibu bertemu anak-anaknya.

Baca juga : dongeng anak menjaga kebersihan lingkungan

Setelah bertemu anaknya yang pertama, tak disangka kerinduan yang selama ini bertumpuk tiba-tiba gugur sudah dengan perilaku si anak, anak yang pertama tidak mau mengakui bahwa itu ibunya karena malu dengan istri dan anak buahnya memiliki ibu yang tua renta dan miskin. bahkan ucapan-ucapan kasar ynag didapat sang ibu, dengan sombongnya ia bilang bahwa ibunya sudah lama meninggal. Dengan hati sedih dan perasaan yang tak karuan, sang ibu meninggalkan kapal anak pertama dan menuju ke kapal anak kedua, sesampainya di kapal anak kedua, sang ibu kembali mendapat perlakuan yang buruk, bahkan lebih parah hingga mata sang ibu buta.

Ibu itu pulang sambil menangis karena anak-anaknya sudah berubah dan tidak mau mengakuinya kalo dia ibunya. setelah ibu itu pulang, kesedihan yang sedang dirasakannya tiba-tiba lenyap dan berubah menjadi kebencian. Dengan membuat pedupaan di rumahnya dan berasap di letakkan di lubang lesung, lalu sang ibu naik keatas lesung dan menuju ke kapal kedua anaknya. Ibu itu berucap, “Jika memang mereka anak-anakku dan aku yang menyusui mereka berdua, makan datangkanlah bala bencana kepada mereka berdua.”

Doa ibu tak terhalang, dan langsung terkabul, dengan tiba-tiba angin mulai bertiup kencang, semakin lama angin itu semakin kencang dengan disertai dengan awan hitam yang tebal, petir pun menyambar-nyambar dengan gelegarnya. Angin besar itu menggulung semua yang ada di dekatnya, termasuk kapal kedua anaknya itu yang masih berada di tengah sungai Kapuas. Kedua kapal itu ternagkat keatas dan disapu air, dengan kekuatan yang begitu besar, akhirnya kedua kapal itu tenggelam bahkan tidak ada seorang pun dari awak kapal yang selamat. Sebelum semuanya hancur terdengar teriakan kedua anak itu meminta maaf kepada ibunya. Namun semua itu sudah terlambat, nasi sudah menjadi bubur.

Secara ajaib setelah itu semua terjadi, tiba-tiba langit menjadi terang, angin berhembus secara perlahan, seolah-olah tidak ada suatu bencana yang terjadi, semua kembali normal lagi. Setelah beberapa tahun kemudian munculah dua pulau yang mirip kapal yang sedang berlomba didaerah sungai Kapuas yang bernama Pulau Berlomba atau Pulau Belumbak yang menjadi saksi dahsyatnya doa seorang ibu.

Baca juga : dongeng cerita anak selamat ulang tahun ibu

“Ridho Tuhan adalah ridho orang tua, maka hormatilah kedua orang tuamu terutama ibumu. Walaupun ibadahmu baik, agamamu taat, sedekahmu emas segunung, namun sekali kau lukai hati ibumu dan kau tidak bertobat, maka surga bukan milikmu.”

Demikianlah cerita rakyat kalimantan barat. Semoga bermanfaat.

Incoming search terms:

  • Cerita rakyat
  • cerita rakyat kalimantan barat
  • cerita rakyat kalimantan
  • cerita rakyat kalbar
  • kumpulan cerita rakyat kalimantan barat
  • cerita rakyat dari kalimantan barat
  • legenda di kalimantan barat
  • kumpulan cerita rakyat dari kalimantan barat
  • cerita rakyat pulau belumbak
  • legenda kalimantan barat
  • pulau belumbak
  • cerita legenda kalimantan barat
  • cerita rakyat kalimantan barat asal usul sungai kapuas
  • legenda pulau belumbak
  • Legenda di kalbar
  • kumpulan cerita rakyat kalbar
  • cerita kalimantan barat
  • Cerita rakyat dari kalbar
  • cerita rakyat daerah kalimantan barat
  • cerita rakyat di kalimantan barat
Cerita Rakyat Kalimantan Barat Legenda Pulau Belumbak | Tukang Dongeng | 4.5