Cerita Dongeng Putri Cinderella

Friday, September 2nd, 2016 - Dongeng Anak

Cerita Dongeng Putri Cinderella. Mari kita baca Dongeng Cinderella ini selengkapnya.

Cerita Dongeng Cinderella

dongeng cinderella, cerita dongeng cinderella, dongeng putri cinderella

Cinderella
gambar via princess.disney.com

Pada zaman dahulu kala ada sebuah kota yang bernama negeri fairy, kotanya sangat indah sekali. Di kota itu hidup sebuah keluarga, seorang ibu yang memiliki 3 putri cantik, salah satunya bernama Cinderella, ia adalah putri tiri ibu itu. sedangkan kedua saudaranya merupakan putri kandung ibu itu. Kasih sayang yang diberikan pun berbeda, Cinderella selalu dimarahi oleh ibu tirinya, setiap ada pekerjaaan rumah, Cinderella lah yang disuruh untuk menyelesaikannya. sedangkan kedua kakaknya cuma bisa duduk-duduk dan selalu dimanja oleh ibunya, kadang Cinderella juga selalu dimarahi oleh kedua kakaknya itu. Walau pun Cinderella tidak bersalah, ia selalu menerima perlakuan ibu tirinya dan kedua kakaknya, ia tidak pernah dendam, bahkan Cinderella selalu berbuat baik kepada mereka.

Baca juga : Dongeng Putri Salju dan Tujuh Kurcaci

Pada suatu hari, kerajaan mengadakan sebuah pesta rakyat. Pengumuman pun ditempel di pusat kota. Setiap rakyat di kota ini di haruskan datang di pesta itu. Membaca pengumuman itu, Cinderella tampaknya tidak tertarik datang ke pesta itu, yang ia pikirkan hanya bekerja membantu ibu tirinya. Sedangkan kedua kakaknya senangnya bukan main, mereka tertarik untuk datang ke pesta itu, bahkan mereka membeli pakaian yang indah dan berdandan cantik, mereka tampaknya ingin menarik hati pangeran.

“Ibu, aku ingin membeli pakaian yang bagus, dan berdandan secantik mungkin, siapa tahu pangeran tertarik padaku” ucap salah satu kakaknya.

“Aku juga ibu, kalau aku jadi putri kerajaan, ibu juga senang kan?” tambah kakak satunya.

“Iya anakku, terserah kalian saja, semoga pangeran tertarik pada salah satu diantara kalian” jawab ibu.

Tanpa disengaja, Cinderella mendengarkan obrolan mereka, tampaknya Cinderella berubah pikiran, ia ingin mencoba datang ke pesta itu.

“Kamu nguping pembicaraan kami ya Cinderella?” bentak ibu tirinya.

“Kamu tidak boleh datang ke pesta itu, kamu dirumah saja. Awas kalau sampai datang!’ tambah ibu tirinya.

“Iya, mana mungkin pangeran tertarik sama kamu Cinderella. jangan mempermalukan dirimu sendiri..hahahhahaaa” ejek salah satu kakaknya.

Hinaan itu sudah kelewat batas, Cinderella menangis sedih karena ucapan ibu tiri dan kedua kakak tirinya itu.

Cinderella menangis sejadi-jadinya, hingga tak terasa ia tertidur. dalam tidurnya yang masih setengah sadar itu, Cinderella tiba-tiba ada suara.

“Kamu jangan menangis, Cinderella” ucap suara itu.

Cinderella pun terbangun, ia mencari sumber suata itu. Ia menengok ke kiri dan ke kanan, namun tidak ada seorang pun. Cinderella menghela nafas, secara tiba-tiba ada seorang peri berdiri dihadapannya.

“Berhentilah menangis, janganlah kamu bersedih hati” ucap peri.

“Cinderella, bawalah 6 ekor tikus, 4 ekor kadal dan labu emas ini ke halaman rumah belakang” imbuh peri.

Cinderella menghapus air matanya dan segera berangkat ke halaman belakang rumah,sesampainya disana peri itu melempat tongkatnya dan keajaiban terjadi, 6 tikus itu berubah menjadi kuda dan kencana, 4 kadal itu menjadi 4 orang pengawal, dan labu emas itu menjadi sebuah gaun yang sangat indah dan bersinar dan sepasang sepatu kaca yang sangat bening. Cinderella terkejut melihat semua itu, ia tampak bahagia.

Baca juga : Dongeng Putri Tidur

“Berangkatlah ke pesta kerajaan, Cinderella. Namun kamu harus kembali sebelum jam 12 malam, Karena setelah jam 12 malan, semua ini akan kembali seperti semula lagi.” ucap peri.

“Baiklah ibu peri, saya akan menuruti nasehat ibu peri” jawab Cinderella.

Berangkatlah Cinderella menuju pesta kerajaan, ia naik kereta kuda dengan 4 pengawal di sampingnya. Begitu Cinderella masuk kerajaan, semua tertegun melihat kecantikan Cinderella seperti putri kerajaan. Pangeran yang juga melihat Cinderella, sangat kagum. Bahkan pangeran menyambut Cinderella dan mengajaknya menari di pesta itu.

“Kamu sangat cantik sekali, kalau boleh tahu dari aman asal kamu?” tanya pangeran.

Cinderella hanya terdiam tersipu malu. Pangeran masih penasaran dan terus mengajukan pertanyaan.

“Kamu adalah orang yang selama ini aku idam-idamkan” ucap pangeran.

Tak terasa waktu sudah hampir jam 12 malam, Cinderella yang sedang asyik menari dengan pangeran lalu pamit pulang.

“Maaf pangeran, aku harus pulang sekarang juga” kata Cinderella.

Cinderella langsung berlari menuju kereta kuda dan langsung berangkat pulang. Ketika mau keluar kerajaan, Cinderella tak tahu kalau sepatunya yang kanan jatuh. Ia tak sadar.

Pangeran tampak gelisah melihat Cinderella pulang, ia mengejar Cinderella namun tak berhasil memnemukannya. Di depan gerbang kerajaan, pangeran menemukan sebuah sepatu kaca milik Cinderella. Pangeran tersenyum dan yakin bisa menemukan Cinderella. Pangeran mengadakan sayembara dari rumah ke rumah, pengeran sendiri yang menyaksikan para wanita di kota itu mencoba sepatu kaca apakah cocok apa tidak. Hingga saat sampai dirumah Cinderella, kedua kakanya tiri Cinderella pun ikut mencobanya, walau pun ukuran sepatu tidak cocok, namun mereka tetap memaksa memakai sepatu kaca itu hingga kakunya lecet. Pangeran pun geleng-geleng kepala menyaksikan kejadian itu.

Pangeran tampak sedih, karena tak seorang wanita pun di kota itu yang cocok memakai sepatu kaca. Saat Cinderella sedang lewat, dipanggilah oleh pengawal kerajaan.

“Kamu belum mencoba sendiri sepatu ini, sekarang giliran kamu mencobanya” ucap pengawal.

“Mana mungkin ia cocok memakai sepatu itu?, jangan mimpi” teriak kakak tirinya.

“Semua berhak mencoba tak terkecuali” jawab pengawal.

Cinderella pun mencoba sepatu kaca itu, namun apa yang terjadi?, ternyata sepatu kaca itu pas dan cocok dipakai Cinderella.

“Kamu adalah putri itu. Pangeran..Pangeran..Putri itu sudah kami temukan” teriak pengawal.

Pangeran yang sedang menunggu di luar rumah Cinderella bergegas masuk menemui Cinderella. Sebelum pangeran masuk, ibu peri merubah Cinderella seperti waktu datang ke pesta itu, dengan gaun yang cantik menawan. Pangeran kagum melihat Cinderella.

“Memang benar, kamu lah putri yang aku cari” ucap pangeran.

Baca juga : Legenda Gunung Tampomas

Cinderella akhirnya di ajak pangeran ke kerajaan, Raja menyambutnya dengan senang karena anaknya sudah menemukan pujaan hatinya. Kini Cinderella menjadi putri kerajaan yang tetap rendah hati. Walau kini Cinderella sudah menjadi keluarga kerajaan, ia tetap tidak lupa kepada ibu dan kakak tirinya. Cinderella tidak dendam dengan mereka, justri Cinderella selalu mengirimkan hadiah untuk mereka dirumah. Dan akhirnya dongeng Cinderella ini berkahir dengan penuh kebahagiaan.

“Jadilah pribadi yang baik dan santun, tetap rendah hati walau kedudukanmu tinggi dimata manusia. Dan jadilah pemaaf untuk orang-orang yang telah melukai hatimu.”

Demikianlah Dongeng Cinderella. Semoga bermanfaat.

Incoming search terms:

  • Cerita fantasi cinderella
  • dongeng cinderella
  • cerita cinderella
  • cerita fantasi
  • cerita dongeng putri cinderella
  • cerita dongeng cinderella
  • Cerita cinderela
  • cerita putri cinderella
  • dongeng putri cinderella
  • kisah cinderella
  • dongeng cinderela
  • cerita princess cinderella
  • cerita cinderella singkat
  • dongeng cinderella singkat
  • dongeng princess cinderella
  • cerita sinderela
  • putri cinderella
  • dongeng singkat cinderella
  • dongen cinderella
  • cerita putri cinderela
Cerita Dongeng Putri Cinderella | Tukang Dongeng | 4.5